Kumpulan Puisi Dari Fiersa Besari Tentang Perjuangan Zaman Dulu dan Pemuda Zaman Sekarang (Salah Melangkah)

Kumpulan Puisi Dari Fiersa Besari Tentang Perjuangan Zaman Dulu dan Pemuda Zaman Sekarang (Salah Melangkah)



Setelah kemarin kita menguload tentang Firend Zone dari Fiersa Besari sekarang kita akan mengupload lagi salah satu puisi dari fiersa besari lagi salahkah melangkah. Yang bercerita tentang para pejuang zaman dulu dan pemuda zaman sekarang, selamat membaca.


Salahkah Melangkah

Oleh: Fiersa Besari

Ledakan amarah di mana-mana,

di dunia nyata dan dunia maya,

Membenci demi sesuatu yang suci,

Menghina yang seharusnya dibina…


Anak kecil meniru-niru kita,

Dengan bangga memainkan senjata,

Mereka bertanya “dimana Bapak?”,

Mati demi membela entah apa…


Kita manusia,

darah kita merah,

sesungguhnya,

tak banyak yang berbeda…


Sementara remaja mengejar gengsi,

Sibuk ber-selfie demi eksiatensi,

Kepedulian hanyalah sedangkal like dan komen,

di media sosial…


Buku dibiarkan,

amal ditinggalkan,

Kebohongan disebarluaskan…


Harus separah apa luka Dan Air Mata,

Agar kau lihat ada yang salah dengan kita?,

Semestinya merangkul bukan saling memukul,

Semestinya memeluk bukan saling menusuk…


Warna kulit berbeda,

Keyakinan berbeda,

Memang kenapa? Memang kenapa?

Kita saudara…

Puisi_Ada Apa Dengan Indonesiaku?

Puisi ini bercerita tentang Indonesia yang belakangan ini sedang dilanda bencana yang silih berganti terjadi dari satu daerah ke daerah lainnya, sehingga membuat kita yang ingin bermain serasa was-was, takut jika tiba- tiba bencana melanda namun bukan hanya bencana tapi kami pun takut akan kejahatan yang terus merajalela. Semoga Indonesia Kita kembali ramah seperti dulu.

https://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/11/puisiada-apa-dengan-indonesiaku.html


Ada Apa Dengan Indonesiaku?

Karya : Awan Mendunx

Indonesiaku
aku rindu bermain bersamamu
bermain bersama hingga petang menjemputku
saling bercerita tantang masa depan dan masa lalu
meski selalu kau tak pernah menjawab pertanyaanku
meski selalu aku yang bercerita untukmu
dan kau tak pernah bosan untuk itu

Indonesiaku
dulu aku bermain dengan rasa aman
sekarang aku bermain dengan rasa tak nyaman
takut tiba-tiba bencana melanda
takut akan kejahatan yang merajalela

Indonesiaku
kamu tak semenyenangkan dulu
selalu berbagi keluh kesah denganmu
adalah salah satu kenangan terindahku
namun sekarang kau berubah
jangan- jangan aku yang berubah
atau mungkin para penghunimu yang berubah?
kau jadi tak seramah dulu
sekarang kau mudah melampiaskan amarahmu
semarah apa kau kepadaku?
semarah apakah kau pada penghunimu?

kau buat mereka terluka
kau buat meraka berduka
karena di tinggal oleh meraka yang dicinta

penghunimu berteriak ini semua salahmu
jika tak ada kamu semuanya tak akan jadi kelabu
namun mereka tak berfikir jika tak ada kamu
pasti tidak akan ada mereka

apa penghunimu terlalu banyak
hingga kau menyingkirkan mereka secara sepihak?
ataukah dosa kami yang terlalu berat
hingga kau tak kuat memegang kami dengan erat

inilah penulis baru yang akan setia nongkrong di blog awan mendunx

PENULIS BARU DI BLOG AWAN MENDUNX

sekian lama ga update dan mungkin terlalu banyak alasan untuk menjelaskan kenapa kelamaan ga update wkwk, intinya saya mentok "gampang banget jawabnya ya" terima kasih kepada teman-teman yang masih setia mendukung, mengunjungi blog ini tiap hari tapi masih tetep ga update, insya Alloh dengan menambahnya personil kita bisa update puisi, cerpen bahkan curhatan meskipun engga tiap hari, untuk kalian juga yang mau gabung, boleh tinggal kirim puisinya ke email kami awanmendunx10@gmail.com sertakan nama penulis dan jalan cerita dari puisi tersebut lalu akan kita terbitkan disini.

hari ini dan seterusnya kita akan menyajikan puisi- puisi terbaru dengan personil yang baru juga ada Mia Helmiyani dan Rini Chan Ciptowiharjo mereka berdua akan setia menghiasi blog ini dan yang pasti puisi-puisi dari mereka sangat berbobot, jadi tetap dukung kami, selalu komentar disetiap postingan agar kami tetap bersemangat mengupdate puisi-puisi terbaru. Semoga kerjasama antara kita akan terus terjalin. Aamiin....


di lain kesempatan kita akan memperkenalkan lebih jauh tentang penulis- penulis yang biasa update di blog ini terutama Mia Helmiyani dan Rini Chan Ciptowiharjo jadi tetap dukung kami, terima kasih

Puisi _ Hujan Dan Kehidupan


Mudah mudahan ga bosen nie baca puisi awan, jujur puisi ini masih jauh dari kata bagus apalagi sempurna, di bandingkan sama anak SD juga masih bagusan anak SD, biasa awan minta kritik dan saranya, boleh kan? he

Puisi ini bercerita tentang perjalanan hidup setiap manusia dari awalnya terpuruk hingga menuju sukses, yang namanya kehidupan ada kala kita dibawah ada kala kita diatas, ya kata orang- orang kehidupan itu seperti roda yang berputar

SELAMAT MEMBACA SOBAT!!!

Hujan Dan Kehidupan

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2013/04/puisi-hujan-dan-kehidupan_11.html

Karya : Awan Mendunx



Gemercik hujan menerpa dedaunan
Kilawan kilat berdatanagn
Di sertai gemuruh menakutkan
Menyadarkan aku dalam lamunan

                Aku terpukau melihat pepohonan
                Menari ria menyambut hujan
                Kesana kemari tanpa beban
                Mengejek hati penuh penyesalan

Kegagalan yang terus datang
Tak membuatku mati kelaparan
Kujadikan secercah harapan
Sebagai pondasi kesuksesan

                Tak ada lagi sunyi melanda
                Saat kesuksesan mulai tiba
                Hujan pun perlahan mereda

Puisi _ Senyum Di Pagi Hari


Bercerita tentang seseorang yang menyukai pagi dan kesunyian, sebagian orang memang suka kesunyian menurut mereka sendiri dalam sunyi itu lebih bebas untuk berekpresi selamat menikmati

SENYUM DI PAGI HARI


http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2013/04/puisi-senyum-di-pagi-hari.html


KARYA : AWAN MENDUNX


Dikala sang mentari bersinar menyinari bumi
Burung – burung bernyanyi menyambut pagi
Angin berhembus lembut menikmati pagi
Sang langitpun cerah tak berawan lagi

                Kurentangkan tangan ini menikmati pagi
                Kulepaskan semua beban yang ku alami
                Seakan aku melayang, terbang bersama angin
                Angin yang membuatku bebas tak dikendali

Ingin rasanya ku pergi ketempat yang sunyi
Menikmati pagi hanya sendiri
Tak ada lagi beban yang bisa menggores hati
Hanya ada senyum yang selalu berseri
close