Kumpulan Puisi Dari Fiersa Besari Tentang Perjuangan Zaman Dulu dan Pemuda Zaman Sekarang (Salah Melangkah)

Kumpulan Puisi Dari Fiersa Besari Tentang Perjuangan Zaman Dulu dan Pemuda Zaman Sekarang (Salah Melangkah)



Setelah kemarin kita menguload tentang Firend Zone dari Fiersa Besari sekarang kita akan mengupload lagi salah satu puisi dari fiersa besari lagi salahkah melangkah. Yang bercerita tentang para pejuang zaman dulu dan pemuda zaman sekarang, selamat membaca.


Salahkah Melangkah

Oleh: Fiersa Besari

Ledakan amarah di mana-mana,

di dunia nyata dan dunia maya,

Membenci demi sesuatu yang suci,

Menghina yang seharusnya dibina…


Anak kecil meniru-niru kita,

Dengan bangga memainkan senjata,

Mereka bertanya “dimana Bapak?”,

Mati demi membela entah apa…


Kita manusia,

darah kita merah,

sesungguhnya,

tak banyak yang berbeda…


Sementara remaja mengejar gengsi,

Sibuk ber-selfie demi eksiatensi,

Kepedulian hanyalah sedangkal like dan komen,

di media sosial…


Buku dibiarkan,

amal ditinggalkan,

Kebohongan disebarluaskan…


Harus separah apa luka Dan Air Mata,

Agar kau lihat ada yang salah dengan kita?,

Semestinya merangkul bukan saling memukul,

Semestinya memeluk bukan saling menusuk…


Warna kulit berbeda,

Keyakinan berbeda,

Memang kenapa? Memang kenapa?

Kita saudara…

PUISI CINTA DARI TERE LIYE - BICARA CINTA

PUISI CINTA DARI TERE LIYE - BICARA CINTA


Puisi yang di tulis oleh Tere Liye ini menjelaskan bahwa akan percuma jika kita berusaha menjelaskan sesuatu kepada orang yang memang dari awal tidak mau mendengarkan. Jadi seperti apa yang Tere Liye tuliskan "Maka jangan habiskan waktu Fokuslah terus berkarya, segera melesat maju"



BICARA CINTA

OLEH: TERE LIYE


Bicara cinta

Kepada orang yang terlanjur membenci

Maka seluruh pembicaraan kita

dianggap kebencian semua


Bicara hal-hal paling masuk akal

Kepada orang yang terlanjur tidak rasional

Maka seluruh perkataan kita

dianggap tidak masuk akal semua


Bicara penuh lapang dada

Kepada orang yang menutup telinganya

Maka seluruh seruan kita dianggap angin lalu,

radio bisu


Biacar kebenaran

Kepada orang-orang yang memiliki versi kebenaran sendiri

Maka seluruh pembicaraan kita

dianggap dusta semata


Sungguh, menjelaskan kepada orang yang tidak mau dijelaskan

Sebaik apapun cara melakukannya

Selemah lembut apa pun, penuh hikmah

Tetap mubazir, tiada berguna


Selalu begitu rumusnya

Maka jangan habiskan waktu

Fokuslah terus berkarya, segera melesat maju

Puisi Fiersa Besari Tentang Zona Pertemanan (Friendzone)

 Puisi ini cocok untuk kalian yang sedang terjebak dalam hubungan friend zone atau zona pertemanan, yang teradang sudah merasa sama-sama suka namun takut untuk mengungkapkan karena tidak mau hubungan yang sudah lama di bangun jadi canggung karena yang awalnya menganggap sahabat menjadi terpikat.


Zona Pertemanan

Oleh: Fiersa Besari


Kumpulan Puisi Fiersa Besari

 

November, tahun pertama

Aku ingat pertama kali melihatmu.

Kau masuk ke dalam hidupku tanpa permisi, berputar bagai gasing di dalam pikiranku.

Entah kau milik siapa, hatiku keras kepala.

 

Ceritakanlah tentang harimu.

Berbincanglah sampai salah satu dari kita tertidur.

Aku tidak akan bosan dengan semua yang kau ketik.

Betapa sering aku menduga-duga, adakah kode yang tersirat dalam kolom 'chat' kita?

 

Aku tidak mau berdrama, tapi aku tidak bisa mengeluarkanmu dari kepalaku.

Aku tergila-gila hingga tak tahu lagi mesti berbuat apa.

Ini semacam hasrat purba yang lebih tua dari manusia.

Jika kau percaya akan 'jodoh', mungkin ini adalah contohnya.

Dan aku tidak berbicara perihal parasmu, atau apa yang engkau punya.

Ada sesuatu tentangmu yang membuatku merasa baik-baik saja, entah apa.

 

Kau selalu membuatku jujur mengenai segala hal, kecuali satu; perasaanku.

Andai saja aku mampu memberitahumu.

Tapi, aku terlalu takut akan reaksimu yang tidak sesuai dengan imajinasiku selama ini.

 

Bukankah fiksi lebih meninabobokan dibandingkan kenyataan?

Bukankah kita adalah dua orang yang terlanjur menikmati berkubang dalam zona pertemanan?

 

Tubuh kita berlumur harapan palsu. Tanganku menggapai-gapai mencari jalan keluar,

sementara tanganmu mencegahku kemana-mana.

Tunggu sebentar..

 

Izinkan aku keluar dari zona pertemanan kita untuk sejenak.

Akan kutunjukkan padamu sebuah gerbang menuju dunia paralel.

Mari, ikut aku kesana.

Di dunia paralel, aku tidak perlu lagi repot-repot menyatakan apa pun.

Kau akan setuju untuk bersanding denganku tanpa perlu ada serentetan peristiwa yang membuat kita semakin pelik.

Aku akan menjadi bumi untuk mentarimu, lirik untuk lagumu, hujan untuk bungamu.

 

Di dunia paralel, keadaannya akan jauh berbeda.

Walau begitu, kau tahu aku akan tetap menjadi orang yang sama, yang merindukanmu dengan sederhana, mengejarmu dengan wajar, menyayangimu dengan luar biasa, dan menyakitimu dengan mustahil.

Puisi - HAL KECIL YANG MEMBUAT BAHAGIA |SAJAK BERDEBU

HAL KECIL YANG MEMBUAT BAHAGIA

Ini adalah kisah seorang pria tak sengaja melihat wanita sedang mengantarkan ayahnya, mungkin bagi semua orang ini adalah hal biasa, tapi bagi dia ini adalah pengalaman yang tidak biasa karena hatinya tiba- tiba tertarik oleh wanita yang tidak tau siapa sampai- sampai dia mencari waktu kapan wanita itu mengantar dan menjemput ayahnya hanya untuk berpapasan dengannya, dan dengan hal kecil itu dia sangat bahagia.

Karya: Awan Mendunx

puisi awan mendunx, sajak berdebu, hal kecil yang membuat bahagia

Waktu itu tak sengaja aku melihatmu mengantarkan Ayahmu
Dan saat itu adalah pertama kalinya aku melihatmu
Tanpa tau apa sebanya hatiku seperti tertarik menujumu
Namun mataku tak sanggup melihat wajahmu
Entah aku terlalu malu atau aku merasa tak pantas untukmu
Mulai dari situ aku berusaha mencari waktu yang pas
Untuk berpapasan denganmu
Dan hanya dengan hal kecil itu aku bahagia
Hidupku perlahan mulai berubah
Hati yang sekian lama gersang
Kini menjadi senang
Mulai menabur asmara dan perlahan berbunga
Namun satu hal yang masih sama
Aku masih belum bisa menatap wajahmu dengan sempurna
Bahkan sampai saat ini aku belum tau wajahmu seperti apa
Dan anehnya bisa membuatku tergila- gila
Aku tau ini cinta
Namun aku tidak berniat mengungkapkannya
Akan kubiarkan cinta ini lenyap dengan sendirinya
Dan membiarkan hati ini kembali gersang dibuatnya
Mungkin karena aku terlalu tergila- gila
Hingga tak mau membuatmu terluka
Terima kasih atas semua kesan yang kau berikan
Dan Aku Bahagia

Ditulis, Manokwari 28 Februari 2019

Puisi _ Dulu dan Sekarang Part 2 (Sajak Berdebu)

puisi ini adalah lanjutan dari puisi sebelumnya yaitu "DULU" jika kalian belum membacanya silahkan baca dulu disini agar berurutan, puisi dengan judul "SEKARANG" ini bercerita tentang sepasang kekasih yang awalnya di persatukan tiba-tiba harus terpisah oleh ke egoisan dirinya masing- masing.



SEKARANG


Karya: Awan Mendunx


Sekarang kita tak lagi bersama
Tidak lagi saling merasakan gelora api asmara
Hanya tersisa bongkahan es yang dingin tak terkira
Semburan apipun tak mampu melelehkannya
Kisah yang telah kita jalani
Janji yang kita ikat dengan tali suci
semuanya lenyap oleh ke egoisan diri
dulu seisi bumi menjadi saki
tentang bahagianya dua sejoli
bahkan halte itupun mengamini
bahwa kita pasangan serasi
tapi tidak ada mawar yang tak berduri
semua hal yang kita inginkan
tak akan selalu terjadi

Puisi _ Dulu dan Sekarang Part 1 (Sajak Berdebu)

ini adalah kisah cintaku yang begitu sederhana namun selalu membuatku bahagia, berjalan begitu saja tanpa terduga apa yang akan terjadi selanjutnya yang kita pikirkan hanya canda dan tawa berjalan beriringan tanpa harus memikirkan apa yang mereka kata, karena bahagiamu bahagiaku juga. Dihalte itu semuanya bermula.


Dulu

Karya: Awan Mendunx

Dulu kita jalan saling bergandengan
Menyusuri jalanan yang disirami kerinduan
Menerjang hujan sambil berlarian
Sesekali berteduh untuk melepas kelelahan
Dihalte itu kita bercengkrama
Penuh gembira
Para penghuni bumipun seakan iri melihatnya
Dua insan yang sedang dimabuk asmara
Membuat para orang tua bernostalgia
mengingat kembali masa lalu yang membuat bahagia
Membuat para pujangga berimajinasi
Ingin mempunyai pacar seperti dia
Mereka semua adalah saksi perjalanan cinta kita
Ternyata untuk bahagia kita tak perlu Ninja
Ternyata untuk bahagia kita tak perlu Agya
Kita hanya perlu saling percaya
Saling mendukung dan berjalan bersama


Dibuat di Manokwari Rabu 16 Januari 2019 Pukul 19.00 WIT

Puisi - Jadilah Pacarku Sekali Lagi

Puisi ini aku persembahkan untuk kamu yang telah mengisi hariku, yang mau ku ajak jalan dengan motor bututku selalu menerima dengan apa adanya diriku, namun sayang hubungan kita harus usai jadi izinkan aku meminta satu permohonan "jadilah pacarku sekali lagi dan izinkan aku berpamitan dengan orang tuamu untuk terakhir kalinya.



Jadilah Pacarku Sekali Lagi

Karya : Awan Mendunx


Dinda Izinkan aku meminta satu permohonan
Permohonan yang mungkin sangat menyakitkan
Tentang kisah kita yang begitu indah untuk dikenang
Namun begitu menyakitkan untuk dilupakan
Pertemuan kita yang agak menggelikan
Yang selalu membuatku tersenyum dalam kesendirian
Namun benar kata orang
Jika kita siap untuk bertemu
Kita juga harus siap untuk berpisah
Terima kasih sudah mau menerima segala kekuranganku
Terima kasih sudah mau ku ajak jalan dengan motor bututku
Dinda aku datang kedalam hidupmu secara baik- baik
Aku berkenalan dengan keluargamupun secara baik- baik
Jadi aku mohon kabulkanlah permohonanku ini
Jadilah pacarku sekali lagi
Untuk hari ini saja
Dan berpamitan kepada orang tuamu untuk terakhir kalinya

Dibuat di Manokwari Jum'at 4 Januari 2019
10:00 WIT

Puisi_Ada Apa Dengan Indonesiaku?

Puisi ini bercerita tentang Indonesia yang belakangan ini sedang dilanda bencana yang silih berganti terjadi dari satu daerah ke daerah lainnya, sehingga membuat kita yang ingin bermain serasa was-was, takut jika tiba- tiba bencana melanda namun bukan hanya bencana tapi kami pun takut akan kejahatan yang terus merajalela. Semoga Indonesia Kita kembali ramah seperti dulu.

https://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/11/puisiada-apa-dengan-indonesiaku.html


Ada Apa Dengan Indonesiaku?

Karya : Awan Mendunx

Indonesiaku
aku rindu bermain bersamamu
bermain bersama hingga petang menjemputku
saling bercerita tantang masa depan dan masa lalu
meski selalu kau tak pernah menjawab pertanyaanku
meski selalu aku yang bercerita untukmu
dan kau tak pernah bosan untuk itu

Indonesiaku
dulu aku bermain dengan rasa aman
sekarang aku bermain dengan rasa tak nyaman
takut tiba-tiba bencana melanda
takut akan kejahatan yang merajalela

Indonesiaku
kamu tak semenyenangkan dulu
selalu berbagi keluh kesah denganmu
adalah salah satu kenangan terindahku
namun sekarang kau berubah
jangan- jangan aku yang berubah
atau mungkin para penghunimu yang berubah?
kau jadi tak seramah dulu
sekarang kau mudah melampiaskan amarahmu
semarah apa kau kepadaku?
semarah apakah kau pada penghunimu?

kau buat mereka terluka
kau buat meraka berduka
karena di tinggal oleh meraka yang dicinta

penghunimu berteriak ini semua salahmu
jika tak ada kamu semuanya tak akan jadi kelabu
namun mereka tak berfikir jika tak ada kamu
pasti tidak akan ada mereka

apa penghunimu terlalu banyak
hingga kau menyingkirkan mereka secara sepihak?
ataukah dosa kami yang terlalu berat
hingga kau tak kuat memegang kami dengan erat

Puisi_Tanah Papua

Tanah Papua

Karya : Awan Mendunx
https://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/11/puisitanah-papua.html




Suatu saat aku pasti akan merindukan tanah ini
Tanah yang terkadang dipandang sebelah mata
oleh tanah- tanah lainnya walaupun mereka satu bangsa
tanah yang terkadang terlupakan bahkan ditertawakan
yang selalu dimanfaatkan oleh pemburu kekayaan

pendatang jadi raja anak negeri jadi pekerja
tanah ini sedang dijajah
para petinggi negeri menutup matanya sebelah
tanah ini sedang di jajah
oleh mereka yang mengaku turis
padahal niat mereka mengiris
tanah ini sedang dijajah
ternyata bukan hanya turis
penduduknyapun ikut- ikutan mengiris sambil pura- pura menangis
mengharapkan belaskasih dari mereka yang seharusnya dikasihani

dan saat ini waktunya aku pulang
semoga kelak jika aku kembali kesini
kau sudah menjadi tanah yang besar
bersatu dengan tanah- tanah lainnya
untuk menjadikan INDONESIA lebih menggelegar
dengan prestasi baik tentunya

Jum'at 9 November 09.45 WIT


Puisi _ Untukmu Yang Telah Pergi, Aku Masih Disini


Melupakan seseorang yang telah memberi kita luka kadang lebih sulit dari pada melupakan orang yang memberi kita bahagia karena luka yang kita rasakan adalah salah satu tanda bahwa kita terlalu besar mencintainya hingga membuat kita tak sadar kalau dia sudah tak menginginkan cinta kita lagi. Puisi ini aku tulis untuk kamu yang telah bemberi luka paling dalam paling perih yang pernah aku rasakan, aku marah, aku putus asa, aku benci namun entah kenapa semakin aku luka semakin susah untuk lupa. Hingga saat ini rasaku masih sama, marah, putus asa, benci dan cinta kepadamu masih bergejolak dihatiku.

http://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/07/puisi-untukmu-yang-telah-pergi-aku.html
Foto Oleh pixabay

Untukmu Yang Telah Pergi, Aku Masih Disini

Karya : Awan Mendunx

Apa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melupkanmua?
Setelah bertahun- tahun kau meninggalkanku
Aku masih disini, masih dengan perasaan ini
Yang masih bertuju padamu
Sambil berharap kau akan kembali
Namun nyatanya itu takpernah terjadi
Setiap kali rindu aku stalking sosmedmu
Meski perih dan kau tak akan mungkin kembali kuraih
Aku masih disini enikmati luka yang kau beri
Sesekali aku berpikir jika kau benar- benar pergi dari sini
Apa aku bisa melupakanmu?
Apa aku bisa bahagia tanpamu?
Sedangkan seluruh hidupku telah kukorbankan untukmu
Aku terlalu takut untuk pergi karena luka yang kau beri
Membuatku takut mengalaminya kembali
Aku terlalu takut untuk pergi karena kenangan indah yang kau beri
Membuatku takut tak engalaminya lagi
Dan akhirnya aku hanya duduk disini
tanpa cintamu lagi
Dan akhirnya aku hanya duduk disini
berharap seseorang menemukanku dan menyembuhkan luka yang kau beri

Garut, 17 Juli 2018

Puisi _ Luka Yang Merona


Apa kabar semua semoga teman- teman dalam keadaan baik, sekarang sajak berdebu mau share nih buat kalian yang lagi susah move on kayak bang awan nih udah ditinggal pacar bertahun tahun tapi tetep aja gamon, tapi bagus sih kalo ga gamon mungkin dia ga bakal nulis puisi ini, wkwk. Selamat membaca semoga kalian suka, jangan lupa tinggalkan jejak dengan komentar di kolom komentar dan jangan lupa share ke yang lainnya yaa. Terima Kasih.

https://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/06/puisi-luka-yang-merona.html


Luka Yang Merona
Karya : Awan Mendunx

Sesungguhnya aku bingung
Bertahun- tahun luka ini tak pernah sembuh
Ketika luka ini mulai tertutup
Tiba- tiba menganga lagi dengan sendirinya
Aku tak mengerti
Engkau yang paling membuatku sakit
Tapi melupakanmu aku sulit
Engkau yang paling membuatuku merana
Tapi aku ingin selalu bersama
Berbagai cara sudah kulakukan
Hanya agar cintaku padamu bisa aku tepikan
Aku berlayar keluar kota
Sambil berusaha menyembuhkan luka
Dan aku kira lukaku sudah tak ada
Namun saat kembali lagi- lagi luka ini menganga
Orang bilang hati diobati dengan hati
Akupun segera mencari pengganti
Namun nyatanya kau tak bisa ku ganti


Puisi Diary Patah Hati _ Cinta Dalam Diam


Puisi ini bercerita tentang cinta dalam diam yang hanya bisa dipendam tapi tidak mampu untuk mengungkapkan dan ini adalah cinta yang sering aku alami

Jangan lupa share ke teman- teman, Terima Kasih
Cinta Dalam Diam

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2018/04/puisi-diary-patah-hati-cinta-dalam-diam.html

Karya : Awan Mendunx


Kalian pernah merasakan cinta dalam diam?
Jika iya
Itulah yang aku rasakan sekarang
Menikmati cinta dalam diam
Cinta yang tak pernah berani aku ucapkan
Hanya berani memperhatikan dari kejuhan
Mencuri pandang saat berdekatan
Pura- pura tidak melihat saat berpapasan
Sok jual mahal saat teman- teman berkata
Ciyeee kalo suka bilang, nanti keburu disosor orang
Tidak apa- apa kalau cuma orang
Tapi kalau teman itu akan lebih menyakitkan
Lebih menyakitkan dari pada dapat undangan nikah dari mantan
Karena sosoknya tidak hanya akan berpapasan
Tapi pasti akan berhadapan
Dan putuslah semua harapan


Puisi Diary Patah Hati _ Rasa Cinta Pertama


Bercerita tentang rasa cinta pertama yang mungkin kalian perna mengalami hal yang sama dengan isi dari puisi ini, puisi ini saya ambil dari puisi di wattpad karya awan mendunx bisa kalian kunjungi linknya Disini (wattpad sajakberdebu)

Rasa Cinta Pertama

https://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2018/04/puisi-diary-patah-hati-rasa-cinta.html

Karya : Awan Mendunx


Ini rasa cinta pertamaku
Entah rasa strawberry atau apakah itu
Aku tak tau
Yang aku tau rasa ini bener- benar menggebu
Selalu rindu apabila tak bertemu
Tiba- tiba salah tingkah apabila bertemu
Otak dan hatiku takbisa menyatu
Membuat jiwa dan ragaku takterkontrol karena malu
Lututku bergetar seakan tak berpijak
Ingin beranjak namun seperti terinjak
Keringatku bercucuran
Darahku berdesir tak beraturan
Suaraku lenyap
Dan tiba- tiba senyap
Melihatmu mendekat
Seakan aku besi berkarat
Takbisa bergerak
karena melihat bidadari takbersayap dari dekat

Puisi _ DIK

Puisi ini teruntuk Adikku yang selalu membuat aku (Kakak) gembira yang selalu bisa membuatku tertawa yang selalu bisa menghapus luka yang tak berdarah sekalipun, dan aku harap kau tidak pernah membaca puisi ini, kenapa? Karena kalau kau membacanya kau akan tahu jika aku selalu merindukanmu dari jauh. SALAM RINDU DARI KAKAKMU

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2018/02/puisi-dik.html

DIK

Karya : Awan Mendunx

Dik terima kasih sudah mau menjadi adikku
Adik yang selalu mengerti kakaknya
Adik yang selalu siap sedia mendengar keluh kesahku
Bahkan hingga curhatan- curhatanku yang mungkin kamu bosan mendengarnya
Kalo engga mantan yaa pengen punya pacar yang engga mungkin aku dapatkan
Hahahaha
Kamu tahu dik?
Aku selalu damai jika bersamamu
Seketika aku selalu lupa akan beban hidup ini
Yang semakin bertambah usia
Semakin rumit beban yang ku dapatkan
Tapi kamulah alasanku bertahan dik
Bertahan untuk mewujudkan cita- cita kita berdua
Untuk menjelajahi dunia
Mungkin semua orang akan tertawa apabila mendengar cita- cita kita
Tapi mari kita buktikan kepada mereka
Mari kita buat mereka terperanga
Yang dulu mentertawakan
Kita buat diam
Agar mereka memperhatikan

18 Februari 2018


Sajak Berdebu, Kumpulan Sajak Sederhana Karya Awan Mendunx Part2

Sajak Berdebu, Kumpulan Sajak Sederhana Karya Awan Mendunx Part2

Kembali lagi dengan awan mendunx disini, sekarang kita akan upload kata- kata yang bisa bikin kalian baper, sampai- sampai bisa inget pacar bisa inget mantan juga, kutipan sajak disini aya ambil dari kumpulan sajak sederhana yang datang begitu saja dan langsung saya upload ke Instagram saya yaitu @sajakberdebu bisa langsung temen- temen follow ya, ga perlu lama lama lagi langsung saja saya lampirkan kumpulan dibawah kata- kata yang biasa orang bilang dengan kumpulan kata mutiara selamat membaca, jangan lupa coment dan share ke temen temen, keluarga pacar, sahabat dan lain sebagainya.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

awan mendunx, sajak berdebu, puisi, quote.

Bagi teman- teman yang belum melihat part 1 nya silahkan klik ling dibawah

Biar ga ketinggaan updatetan sajak sajak dari awan kalian boleh follow akun instagramnya di @sajakberdebu TERIMA KASIH.

Puisi _ Hari Ini Aku Pulang (anak rantau)

Kisah ini menceritakan seorang perantauan yang pulang ke kampung halaman untuk menemui keluarganya, namun dia merasa belum bisa membanggakan, belum bisa membahagaiakan hanya membawa kerinduan untuk keluarga tersayag.
http://awanmendunx1892.blogspot.com/2017/12/puisi-hari-ini-aku-pulang-anak-rantau.html

Hari Ini Aku Pulang

Karya : Awan Mendunx

Hari ini aku pulang
Meninggalkan perantauan
Menuju tanah kelahiran
Hanya ada satu harapan
Selamat sampai tujuan
Ibu, aku pulang
Maaf hanya membawa kerinduan
Ayah, aku pulang
Maaf belum bisa membanggakan
Adik, kakak pulang
maaf belum bisa membahagiakan
hari ini aku hamya bisa menitipkan semua harapan diatas awan
karena aku yakin suatu saat
aku akan kembali menyapa awan
lalu akan kuganti semua harapan
dengan kenyataan


25 Desember 2017

Puisi _ Azalia

Puisi ini terinspirasi dari lagu Ali Sastra dan Edcoustiq yang berjudul “Azalia”. Di mana isinya menggambarkan tentang seorang wanita yang berakhlak mulia dan didambakan oleh seorang lelaki, dari sekian banyaknya lelaki lain yang ingin memilikinya. Dia wanita yang selalu berada dalam penjagaan Illahi. Diibaratan seperti bunga Azalia. Selamat membaca… J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-azalia.html

Karya : Mia Helmiyani

“Azalia”
Mengenalmu terdasari kekaguman
Terjaga, tersembunyi dalam rahasia Allah
Setelah tibalah atas kehendak-Nya
Kau muncul di permukaan
Dan aku, riang menyambutmu

Bukan silap dirasa
Medanmu teruji, kau nikmati
Bernalar tasbih, menghiasi dalam taat
Sekian lama, semakin yakin
Agar kelak dapat memetik indah dirimu

Azalia yang kupinta jelas pada-Nya
Aku adalah kumbang peneropongmu
Yang senantiasa ada di tepian sana
Entah penantian kumbang mana yang kau pilih
Azaliaku, yang sedang kucinta dalam do’a

Puisi _ Bintangku, Bulanmu

Puisi ini bercerita tentang kerinduan dua hati yang saling terpisah jarak namun selalu dekat dalam do’a. Diibaratkan seperti Bulan dan Bintang di malam hari. Selamat membaca…  J

https://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-bintangku-bulanmu.html


Karya : Mia Helmiyani 

“Bintangku, Bulanmu”

Betapapun keadaan malam
Apapun wujud lukisan alam  
Tak akan keduanya tenggelam
Dalam kelabu yang dalam

Aku tahu petang takkan berlaku tamak
Karena kidung berani untuk sempurna
Dari kita sebagai do’a
Penikmat senja, pun kawan mentari

Bintangku bertanya…
Adakah lelah yang kau rasakan?
Pada setiap detik penantian yang tiada henti ?
Adakah kesempatan untuk lebih dekat ?

Bulanmu menjawab…
Tak ada kata lelah untuk terus bercahaya karena titah Tuhan
Maka takkan jemu aku menanti
Dan mendekatlah pun dengan cara Tuhan
Wahai Bintangku…

PUISI _ Memikul gelar Maha

Puisi ini bercerita tentang seorang Mahasiswa yang sedang merindui masa-masa SMA-nya. Yang sadar bahwa pada akhirnya dirinya akan kembali mengabdi mengharumkan nama sekolahnya itu. Meskipun sudah tidak lagi menyandang gelar  “siswa”, tetapi memikul amanah yang lebih tinggi yaitu gelar “Mahasiswa”. Selamat membaca… J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-memikul-gelar-maha.html


“Memikul gelar Maha”

Karya : Mia Helmiyani

Tak bersosok jika kau diamkan level ini
Tak berwujud tanpa pengabdian hakiki
Tak bersuara tanpa mimpi yang dihayati

Kau Perantau Ragawi…
Adalah perantara cita dan harapan
Di setiap sudut mahligai ini
Sungguh, namamu terpanggil dalam lembaran kerinduannya

Kala terpetik jiwamu di ranah yang berbeda
Dengan kehidupan yang tiada tara
Olehnya, kau mampu menerjemah bermacam warna
Menapaki jalan tanpa lupa akan dasarnya

Kembalilah, pulanglah…
Padanya, yang membuatmu terdidik
Bahwa di manapun kau berada sekarang
Ada tempat yang sempat kau jelajahi
Yang patut kau singgahi

Sebagai pengguna syari’at dan seorang syuhada
Kesakitan baginya, pabila terhapus dan terhanyut tak berbekas
Dalam jejak perjuanganmu
Yang belum sempat kau simpan
Sebagai duplikat baru
Maka, kembalilah…

Puisi _ “Kesalahanku” (versi terbaru)

Puisi ini adalah hasil revisi dari puisi saya yang berjudul “Kesalahanku”. Dengan judul yang sama, puisi ini bercerita tentang seseorang  yang menyesali perbuatan buruknya  hingga sangat terpuruk. Tetapi dia sangat ingin berusaha untuk bertaubat, memperbaiki kesalahannya, dan tidak ingin untuk mengulanginya lagi. Selamat membaca…  J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-kesalahanku-versi-terbaru.html


“Kesalahanku”

Karya : Mia Helmiyani

Berat dan tertahan kaki ini melangkah
Karena semua hanyalah tingkah
Jiwa merendah, raga melemah
Tak guna sudah

Di hadapan-Mu…
Sungguh malu kuumbar banyak dosa
Sunyi sepi dalam perhatian-Mu
Hilang jejak dalam memenuhi syarat-Mu

Tubuhku telah ambruk…
Terkurung iri dengki, tertutup jubah amarah
Hati yang tidak khusyu..
Pikiran yang tidak tenang…
Dan nafsu yang tidak pernah kenyang…

Wahai Penentu Waktu…
Hadirkanlah, lapangkanlah jalan perubahan ini
Dengan wujud kasih-Mu
Sucikan kembali semua kesalahanku
close