Kumpulan Puisi Dari Fiersa Besari Tentang Perjuangan Zaman Dulu dan Pemuda Zaman Sekarang (Salah Melangkah)

Kumpulan Puisi Dari Fiersa Besari Tentang Perjuangan Zaman Dulu dan Pemuda Zaman Sekarang (Salah Melangkah)



Setelah kemarin kita menguload tentang Firend Zone dari Fiersa Besari sekarang kita akan mengupload lagi salah satu puisi dari fiersa besari lagi salahkah melangkah. Yang bercerita tentang para pejuang zaman dulu dan pemuda zaman sekarang, selamat membaca.


Salahkah Melangkah

Oleh: Fiersa Besari

Ledakan amarah di mana-mana,

di dunia nyata dan dunia maya,

Membenci demi sesuatu yang suci,

Menghina yang seharusnya dibina…


Anak kecil meniru-niru kita,

Dengan bangga memainkan senjata,

Mereka bertanya “dimana Bapak?”,

Mati demi membela entah apa…


Kita manusia,

darah kita merah,

sesungguhnya,

tak banyak yang berbeda…


Sementara remaja mengejar gengsi,

Sibuk ber-selfie demi eksiatensi,

Kepedulian hanyalah sedangkal like dan komen,

di media sosial…


Buku dibiarkan,

amal ditinggalkan,

Kebohongan disebarluaskan…


Harus separah apa luka Dan Air Mata,

Agar kau lihat ada yang salah dengan kita?,

Semestinya merangkul bukan saling memukul,

Semestinya memeluk bukan saling menusuk…


Warna kulit berbeda,

Keyakinan berbeda,

Memang kenapa? Memang kenapa?

Kita saudara…

PUISI CINTA DARI TERE LIYE - BICARA CINTA

PUISI CINTA DARI TERE LIYE - BICARA CINTA


Puisi yang di tulis oleh Tere Liye ini menjelaskan bahwa akan percuma jika kita berusaha menjelaskan sesuatu kepada orang yang memang dari awal tidak mau mendengarkan. Jadi seperti apa yang Tere Liye tuliskan "Maka jangan habiskan waktu Fokuslah terus berkarya, segera melesat maju"



BICARA CINTA

OLEH: TERE LIYE


Bicara cinta

Kepada orang yang terlanjur membenci

Maka seluruh pembicaraan kita

dianggap kebencian semua


Bicara hal-hal paling masuk akal

Kepada orang yang terlanjur tidak rasional

Maka seluruh perkataan kita

dianggap tidak masuk akal semua


Bicara penuh lapang dada

Kepada orang yang menutup telinganya

Maka seluruh seruan kita dianggap angin lalu,

radio bisu


Biacar kebenaran

Kepada orang-orang yang memiliki versi kebenaran sendiri

Maka seluruh pembicaraan kita

dianggap dusta semata


Sungguh, menjelaskan kepada orang yang tidak mau dijelaskan

Sebaik apapun cara melakukannya

Selemah lembut apa pun, penuh hikmah

Tetap mubazir, tiada berguna


Selalu begitu rumusnya

Maka jangan habiskan waktu

Fokuslah terus berkarya, segera melesat maju

Puisi Fiersa Besari Tentang Zona Pertemanan (Friendzone)

 Puisi ini cocok untuk kalian yang sedang terjebak dalam hubungan friend zone atau zona pertemanan, yang teradang sudah merasa sama-sama suka namun takut untuk mengungkapkan karena tidak mau hubungan yang sudah lama di bangun jadi canggung karena yang awalnya menganggap sahabat menjadi terpikat.


Zona Pertemanan

Oleh: Fiersa Besari


Kumpulan Puisi Fiersa Besari

 

November, tahun pertama

Aku ingat pertama kali melihatmu.

Kau masuk ke dalam hidupku tanpa permisi, berputar bagai gasing di dalam pikiranku.

Entah kau milik siapa, hatiku keras kepala.

 

Ceritakanlah tentang harimu.

Berbincanglah sampai salah satu dari kita tertidur.

Aku tidak akan bosan dengan semua yang kau ketik.

Betapa sering aku menduga-duga, adakah kode yang tersirat dalam kolom 'chat' kita?

 

Aku tidak mau berdrama, tapi aku tidak bisa mengeluarkanmu dari kepalaku.

Aku tergila-gila hingga tak tahu lagi mesti berbuat apa.

Ini semacam hasrat purba yang lebih tua dari manusia.

Jika kau percaya akan 'jodoh', mungkin ini adalah contohnya.

Dan aku tidak berbicara perihal parasmu, atau apa yang engkau punya.

Ada sesuatu tentangmu yang membuatku merasa baik-baik saja, entah apa.

 

Kau selalu membuatku jujur mengenai segala hal, kecuali satu; perasaanku.

Andai saja aku mampu memberitahumu.

Tapi, aku terlalu takut akan reaksimu yang tidak sesuai dengan imajinasiku selama ini.

 

Bukankah fiksi lebih meninabobokan dibandingkan kenyataan?

Bukankah kita adalah dua orang yang terlanjur menikmati berkubang dalam zona pertemanan?

 

Tubuh kita berlumur harapan palsu. Tanganku menggapai-gapai mencari jalan keluar,

sementara tanganmu mencegahku kemana-mana.

Tunggu sebentar..

 

Izinkan aku keluar dari zona pertemanan kita untuk sejenak.

Akan kutunjukkan padamu sebuah gerbang menuju dunia paralel.

Mari, ikut aku kesana.

Di dunia paralel, aku tidak perlu lagi repot-repot menyatakan apa pun.

Kau akan setuju untuk bersanding denganku tanpa perlu ada serentetan peristiwa yang membuat kita semakin pelik.

Aku akan menjadi bumi untuk mentarimu, lirik untuk lagumu, hujan untuk bungamu.

 

Di dunia paralel, keadaannya akan jauh berbeda.

Walau begitu, kau tahu aku akan tetap menjadi orang yang sama, yang merindukanmu dengan sederhana, mengejarmu dengan wajar, menyayangimu dengan luar biasa, dan menyakitimu dengan mustahil.

Puisi - HAL KECIL YANG MEMBUAT BAHAGIA |SAJAK BERDEBU

HAL KECIL YANG MEMBUAT BAHAGIA

Ini adalah kisah seorang pria tak sengaja melihat wanita sedang mengantarkan ayahnya, mungkin bagi semua orang ini adalah hal biasa, tapi bagi dia ini adalah pengalaman yang tidak biasa karena hatinya tiba- tiba tertarik oleh wanita yang tidak tau siapa sampai- sampai dia mencari waktu kapan wanita itu mengantar dan menjemput ayahnya hanya untuk berpapasan dengannya, dan dengan hal kecil itu dia sangat bahagia.

Karya: Awan Mendunx

puisi awan mendunx, sajak berdebu, hal kecil yang membuat bahagia

Waktu itu tak sengaja aku melihatmu mengantarkan Ayahmu
Dan saat itu adalah pertama kalinya aku melihatmu
Tanpa tau apa sebanya hatiku seperti tertarik menujumu
Namun mataku tak sanggup melihat wajahmu
Entah aku terlalu malu atau aku merasa tak pantas untukmu
Mulai dari situ aku berusaha mencari waktu yang pas
Untuk berpapasan denganmu
Dan hanya dengan hal kecil itu aku bahagia
Hidupku perlahan mulai berubah
Hati yang sekian lama gersang
Kini menjadi senang
Mulai menabur asmara dan perlahan berbunga
Namun satu hal yang masih sama
Aku masih belum bisa menatap wajahmu dengan sempurna
Bahkan sampai saat ini aku belum tau wajahmu seperti apa
Dan anehnya bisa membuatku tergila- gila
Aku tau ini cinta
Namun aku tidak berniat mengungkapkannya
Akan kubiarkan cinta ini lenyap dengan sendirinya
Dan membiarkan hati ini kembali gersang dibuatnya
Mungkin karena aku terlalu tergila- gila
Hingga tak mau membuatmu terluka
Terima kasih atas semua kesan yang kau berikan
Dan Aku Bahagia

Ditulis, Manokwari 28 Februari 2019

Puisi _ Dulu dan Sekarang Part 2 (Sajak Berdebu)

puisi ini adalah lanjutan dari puisi sebelumnya yaitu "DULU" jika kalian belum membacanya silahkan baca dulu disini agar berurutan, puisi dengan judul "SEKARANG" ini bercerita tentang sepasang kekasih yang awalnya di persatukan tiba-tiba harus terpisah oleh ke egoisan dirinya masing- masing.



SEKARANG


Karya: Awan Mendunx


Sekarang kita tak lagi bersama
Tidak lagi saling merasakan gelora api asmara
Hanya tersisa bongkahan es yang dingin tak terkira
Semburan apipun tak mampu melelehkannya
Kisah yang telah kita jalani
Janji yang kita ikat dengan tali suci
semuanya lenyap oleh ke egoisan diri
dulu seisi bumi menjadi saki
tentang bahagianya dua sejoli
bahkan halte itupun mengamini
bahwa kita pasangan serasi
tapi tidak ada mawar yang tak berduri
semua hal yang kita inginkan
tak akan selalu terjadi

Puisi _ Dulu dan Sekarang Part 1 (Sajak Berdebu)

ini adalah kisah cintaku yang begitu sederhana namun selalu membuatku bahagia, berjalan begitu saja tanpa terduga apa yang akan terjadi selanjutnya yang kita pikirkan hanya canda dan tawa berjalan beriringan tanpa harus memikirkan apa yang mereka kata, karena bahagiamu bahagiaku juga. Dihalte itu semuanya bermula.


Dulu

Karya: Awan Mendunx

Dulu kita jalan saling bergandengan
Menyusuri jalanan yang disirami kerinduan
Menerjang hujan sambil berlarian
Sesekali berteduh untuk melepas kelelahan
Dihalte itu kita bercengkrama
Penuh gembira
Para penghuni bumipun seakan iri melihatnya
Dua insan yang sedang dimabuk asmara
Membuat para orang tua bernostalgia
mengingat kembali masa lalu yang membuat bahagia
Membuat para pujangga berimajinasi
Ingin mempunyai pacar seperti dia
Mereka semua adalah saksi perjalanan cinta kita
Ternyata untuk bahagia kita tak perlu Ninja
Ternyata untuk bahagia kita tak perlu Agya
Kita hanya perlu saling percaya
Saling mendukung dan berjalan bersama


Dibuat di Manokwari Rabu 16 Januari 2019 Pukul 19.00 WIT

Puisi - Jadilah Pacarku Sekali Lagi

Puisi ini aku persembahkan untuk kamu yang telah mengisi hariku, yang mau ku ajak jalan dengan motor bututku selalu menerima dengan apa adanya diriku, namun sayang hubungan kita harus usai jadi izinkan aku meminta satu permohonan "jadilah pacarku sekali lagi dan izinkan aku berpamitan dengan orang tuamu untuk terakhir kalinya.



Jadilah Pacarku Sekali Lagi

Karya : Awan Mendunx


Dinda Izinkan aku meminta satu permohonan
Permohonan yang mungkin sangat menyakitkan
Tentang kisah kita yang begitu indah untuk dikenang
Namun begitu menyakitkan untuk dilupakan
Pertemuan kita yang agak menggelikan
Yang selalu membuatku tersenyum dalam kesendirian
Namun benar kata orang
Jika kita siap untuk bertemu
Kita juga harus siap untuk berpisah
Terima kasih sudah mau menerima segala kekuranganku
Terima kasih sudah mau ku ajak jalan dengan motor bututku
Dinda aku datang kedalam hidupmu secara baik- baik
Aku berkenalan dengan keluargamupun secara baik- baik
Jadi aku mohon kabulkanlah permohonanku ini
Jadilah pacarku sekali lagi
Untuk hari ini saja
Dan berpamitan kepada orang tuamu untuk terakhir kalinya

Dibuat di Manokwari Jum'at 4 Januari 2019
10:00 WIT

Puisi _ Untukmu Yang Telah Pergi, Aku Masih Disini


Melupakan seseorang yang telah memberi kita luka kadang lebih sulit dari pada melupakan orang yang memberi kita bahagia karena luka yang kita rasakan adalah salah satu tanda bahwa kita terlalu besar mencintainya hingga membuat kita tak sadar kalau dia sudah tak menginginkan cinta kita lagi. Puisi ini aku tulis untuk kamu yang telah bemberi luka paling dalam paling perih yang pernah aku rasakan, aku marah, aku putus asa, aku benci namun entah kenapa semakin aku luka semakin susah untuk lupa. Hingga saat ini rasaku masih sama, marah, putus asa, benci dan cinta kepadamu masih bergejolak dihatiku.

http://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/07/puisi-untukmu-yang-telah-pergi-aku.html
Foto Oleh pixabay

Untukmu Yang Telah Pergi, Aku Masih Disini

Karya : Awan Mendunx

Apa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melupkanmua?
Setelah bertahun- tahun kau meninggalkanku
Aku masih disini, masih dengan perasaan ini
Yang masih bertuju padamu
Sambil berharap kau akan kembali
Namun nyatanya itu takpernah terjadi
Setiap kali rindu aku stalking sosmedmu
Meski perih dan kau tak akan mungkin kembali kuraih
Aku masih disini enikmati luka yang kau beri
Sesekali aku berpikir jika kau benar- benar pergi dari sini
Apa aku bisa melupakanmu?
Apa aku bisa bahagia tanpamu?
Sedangkan seluruh hidupku telah kukorbankan untukmu
Aku terlalu takut untuk pergi karena luka yang kau beri
Membuatku takut mengalaminya kembali
Aku terlalu takut untuk pergi karena kenangan indah yang kau beri
Membuatku takut tak engalaminya lagi
Dan akhirnya aku hanya duduk disini
tanpa cintamu lagi
Dan akhirnya aku hanya duduk disini
berharap seseorang menemukanku dan menyembuhkan luka yang kau beri

Garut, 17 Juli 2018

Puisi _ Luka Yang Merona


Apa kabar semua semoga teman- teman dalam keadaan baik, sekarang sajak berdebu mau share nih buat kalian yang lagi susah move on kayak bang awan nih udah ditinggal pacar bertahun tahun tapi tetep aja gamon, tapi bagus sih kalo ga gamon mungkin dia ga bakal nulis puisi ini, wkwk. Selamat membaca semoga kalian suka, jangan lupa tinggalkan jejak dengan komentar di kolom komentar dan jangan lupa share ke yang lainnya yaa. Terima Kasih.

https://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/06/puisi-luka-yang-merona.html


Luka Yang Merona
Karya : Awan Mendunx

Sesungguhnya aku bingung
Bertahun- tahun luka ini tak pernah sembuh
Ketika luka ini mulai tertutup
Tiba- tiba menganga lagi dengan sendirinya
Aku tak mengerti
Engkau yang paling membuatku sakit
Tapi melupakanmu aku sulit
Engkau yang paling membuatuku merana
Tapi aku ingin selalu bersama
Berbagai cara sudah kulakukan
Hanya agar cintaku padamu bisa aku tepikan
Aku berlayar keluar kota
Sambil berusaha menyembuhkan luka
Dan aku kira lukaku sudah tak ada
Namun saat kembali lagi- lagi luka ini menganga
Orang bilang hati diobati dengan hati
Akupun segera mencari pengganti
Namun nyatanya kau tak bisa ku ganti


Puisi Diary Patah Hati _ Cinta Dalam Diam


Puisi ini bercerita tentang cinta dalam diam yang hanya bisa dipendam tapi tidak mampu untuk mengungkapkan dan ini adalah cinta yang sering aku alami

Jangan lupa share ke teman- teman, Terima Kasih
Cinta Dalam Diam

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2018/04/puisi-diary-patah-hati-cinta-dalam-diam.html

Karya : Awan Mendunx


Kalian pernah merasakan cinta dalam diam?
Jika iya
Itulah yang aku rasakan sekarang
Menikmati cinta dalam diam
Cinta yang tak pernah berani aku ucapkan
Hanya berani memperhatikan dari kejuhan
Mencuri pandang saat berdekatan
Pura- pura tidak melihat saat berpapasan
Sok jual mahal saat teman- teman berkata
Ciyeee kalo suka bilang, nanti keburu disosor orang
Tidak apa- apa kalau cuma orang
Tapi kalau teman itu akan lebih menyakitkan
Lebih menyakitkan dari pada dapat undangan nikah dari mantan
Karena sosoknya tidak hanya akan berpapasan
Tapi pasti akan berhadapan
Dan putuslah semua harapan


Puisi Diary Patah Hati _ Rasa Cinta Pertama


Bercerita tentang rasa cinta pertama yang mungkin kalian perna mengalami hal yang sama dengan isi dari puisi ini, puisi ini saya ambil dari puisi di wattpad karya awan mendunx bisa kalian kunjungi linknya Disini (wattpad sajakberdebu)

Rasa Cinta Pertama

https://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2018/04/puisi-diary-patah-hati-rasa-cinta.html

Karya : Awan Mendunx


Ini rasa cinta pertamaku
Entah rasa strawberry atau apakah itu
Aku tak tau
Yang aku tau rasa ini bener- benar menggebu
Selalu rindu apabila tak bertemu
Tiba- tiba salah tingkah apabila bertemu
Otak dan hatiku takbisa menyatu
Membuat jiwa dan ragaku takterkontrol karena malu
Lututku bergetar seakan tak berpijak
Ingin beranjak namun seperti terinjak
Keringatku bercucuran
Darahku berdesir tak beraturan
Suaraku lenyap
Dan tiba- tiba senyap
Melihatmu mendekat
Seakan aku besi berkarat
Takbisa bergerak
karena melihat bidadari takbersayap dari dekat

Puisi _ DIK

Puisi ini teruntuk Adikku yang selalu membuat aku (Kakak) gembira yang selalu bisa membuatku tertawa yang selalu bisa menghapus luka yang tak berdarah sekalipun, dan aku harap kau tidak pernah membaca puisi ini, kenapa? Karena kalau kau membacanya kau akan tahu jika aku selalu merindukanmu dari jauh. SALAM RINDU DARI KAKAKMU

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2018/02/puisi-dik.html

DIK

Karya : Awan Mendunx

Dik terima kasih sudah mau menjadi adikku
Adik yang selalu mengerti kakaknya
Adik yang selalu siap sedia mendengar keluh kesahku
Bahkan hingga curhatan- curhatanku yang mungkin kamu bosan mendengarnya
Kalo engga mantan yaa pengen punya pacar yang engga mungkin aku dapatkan
Hahahaha
Kamu tahu dik?
Aku selalu damai jika bersamamu
Seketika aku selalu lupa akan beban hidup ini
Yang semakin bertambah usia
Semakin rumit beban yang ku dapatkan
Tapi kamulah alasanku bertahan dik
Bertahan untuk mewujudkan cita- cita kita berdua
Untuk menjelajahi dunia
Mungkin semua orang akan tertawa apabila mendengar cita- cita kita
Tapi mari kita buktikan kepada mereka
Mari kita buat mereka terperanga
Yang dulu mentertawakan
Kita buat diam
Agar mereka memperhatikan

18 Februari 2018


Puisi _ Azalia

Puisi ini terinspirasi dari lagu Ali Sastra dan Edcoustiq yang berjudul “Azalia”. Di mana isinya menggambarkan tentang seorang wanita yang berakhlak mulia dan didambakan oleh seorang lelaki, dari sekian banyaknya lelaki lain yang ingin memilikinya. Dia wanita yang selalu berada dalam penjagaan Illahi. Diibaratan seperti bunga Azalia. Selamat membaca… J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-azalia.html

Karya : Mia Helmiyani

“Azalia”
Mengenalmu terdasari kekaguman
Terjaga, tersembunyi dalam rahasia Allah
Setelah tibalah atas kehendak-Nya
Kau muncul di permukaan
Dan aku, riang menyambutmu

Bukan silap dirasa
Medanmu teruji, kau nikmati
Bernalar tasbih, menghiasi dalam taat
Sekian lama, semakin yakin
Agar kelak dapat memetik indah dirimu

Azalia yang kupinta jelas pada-Nya
Aku adalah kumbang peneropongmu
Yang senantiasa ada di tepian sana
Entah penantian kumbang mana yang kau pilih
Azaliaku, yang sedang kucinta dalam do’a

Puisi _ Bintangku, Bulanmu

Puisi ini bercerita tentang kerinduan dua hati yang saling terpisah jarak namun selalu dekat dalam do’a. Diibaratkan seperti Bulan dan Bintang di malam hari. Selamat membaca…  J

https://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-bintangku-bulanmu.html


Karya : Mia Helmiyani 

“Bintangku, Bulanmu”

Betapapun keadaan malam
Apapun wujud lukisan alam  
Tak akan keduanya tenggelam
Dalam kelabu yang dalam

Aku tahu petang takkan berlaku tamak
Karena kidung berani untuk sempurna
Dari kita sebagai do’a
Penikmat senja, pun kawan mentari

Bintangku bertanya…
Adakah lelah yang kau rasakan?
Pada setiap detik penantian yang tiada henti ?
Adakah kesempatan untuk lebih dekat ?

Bulanmu menjawab…
Tak ada kata lelah untuk terus bercahaya karena titah Tuhan
Maka takkan jemu aku menanti
Dan mendekatlah pun dengan cara Tuhan
Wahai Bintangku…

PUISI _ Kembali, Deskripsi Tentangnya

Puisi ini menceritakan tentang seorang perempuan yang menggambarkan lelaki yang dicintainya. Ini adalah puisi kedua dari sebelumnya telah kubuat yang semisal berjudul “Deskrpsi Tentangnya”. Tak banyak, insan yang saling mencinta dalam diam. Tak banyak, insan yang kuat akan penantian. Baginya, sendiri menjaga iman lebih baik dari pada berdua namun penuh dengan ketidak baikkan.. Selamat membaca J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-kembali-deskripsi-tentangnya.html

“Kembali, Deskripsi Tentangnya”

Karya : Mia Helmiyani


Isyarat hati yang coba mengulang
Masa insan sang pengembara
Hati mengadu mengindera logika
Turun kali pertama bagai cahaya

Bersuaralah pada keringnya dedaunan
Yang berpesan pada sang ranting
Kokoh dalam penantian
Kala badai, ikhlas terbanting

Terbagi kehilangan, terbagi kesendirian
Tak mampu menafsir keramaian
Inilah Kanda yang namanya selalu riuh dalam do’a Adinda
Yang kurangkai tentangnya dengan pena

Semisal wujud yang menjadikannya bayang-bayang
Semisal nyata yang kini semu
Bilakah tertumpuk derita
Beri aku ruang untuk menjamu setiap harapan yang ada

Puisi_Bukan Aku, Cinta dan Kamu

Sebuah kisah sepasang manusia yang saling cinta namun tidak ditakdirkan bersama.
Puisi ini dibuat kolaborasi antara Awan Mendunx dengan Rini Chan Ciptowiharjo. selamat menikmatai. Dan jangan lupa like, share, dan komentarnya ditunggu, follow juga IG @sajakberdebu dan fanspag Sajak Berdebu.

Bukan Aku, Cinta dan Kamu
Karya : Awan Mendunx dan Rini Chan Ciptowiharjo

https://awanmendunx1892.blogspot.co.id

Dulu kita Adalah malam dan bintang,
bersanding tak peduli senyap pada tawa kita
Kita adalah langit dan rembulan
Tak peduli sendu berselimut temaram
Seperti mendung yang selalu membersamai hujan
Meski tak selamanya mendung itu hujan
Tak selamanya pula hujan itu mendung
Hingga waktu itu tiba Yang kutakutkan Memunggungi,
Saling menjauh
Atau berhadapan lalu berlalu
Kita saling cinta
Namun cita tak pernah menyatukan kita
Bagai ombak dan karang selalu bertemu namun takperna bersatu
Kamu, cinta dan jodohmu
Aku, cinta dan jodohku
Nyatanya bukan aku cinta dan kamu

Puisi_Nostalgia

Semua pasti punya kenangan ( masa lalu ). Enggan kita jika melihat pahitnya masa lalu, tapi merindukan dengan bagian yang manisnya, dan serasa ingin mengulanginya. Tapi tahukah ? Adakalanya dengan kenangan pahit justru malah membuat kita lebih baik karena dapat mengambil pelajaran/hikmahnya. Dan adakalanya kenangan manis bisa membuat kita semakin buruk karena sangat mungkin gagal untuk move on, akhirnya kita terpuruk dan merasa hidup ini tidak adil. Hukum ini mungkin berlaku dalam “Cinta”... Puisi ini menceritakan tentang seseorang yang tidak ingin terpuruk pada masa lalu cintanya yang belum istiqomah...

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisinostalgia.html


“Nostalgia”
                                                                                                            Karya : Mia Helmiyani

Nyatanya masih dirimu yang mendomisili
Akuilah sang indra...
Tidakkah dapat kurasakan ketenangan dan kedamaian
Dia yang ingin aku beri keapatisan

Sekejap aku senang, keberadaan hatiku diakui dan dilindungi
Cintanya yang statis menguatkanku
Sekejap aku benci, saat komiten remuk, rapuhlah tiang penyangga
Hingga esok dan seterusnya enggan berkompromi

Sang indra...
Maknai semua ini dengan hati suci
Dirimu yang perasa, masih tangguh untuk kuasa
Masih terizin oleh perubahan, terbukalah kesempatan

Sungguh...
Kejelekan atas dasar kehkhilafan
Terobati dengan pertaubatan, mendekati-Nya yang mengulurkan kesayangan
Masa lalu, yang telah menyumbang edukasi



*Coretan_Kata_Impian

Puisi_Laki-Laki Sunset

Laki- laki sunset Adalah laki- laki yg kagum nan takjub Pada perempuan yang selalu istiqomah Pada tapak tilas kehidupan, Namun ia menimbang dirinya untuk mengumpulkan ke beranian. Untuk memperjuangkan atau berhenti yang berarti mengikhlaskan.

Laki-Laki Sunset
Karya: Rini Chan Ciptowiharjo

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisilaki-laki-sunset.html

Sunset tenggelam di parasmu
Layaknya misykat
Selendang mayang berpedar dimatamu
Layaknya bara
Anggunmu Adalah diam yang tak bisa kupahami
Antara angin menelisik senyap
Dan aku terlalu rapuh untuk mendekat
Pedar yang menjingga di ruang yang kau sebut jiwa
Bias- bisa swarnadipa
Menyelimutimu dalam takjub
Dan aku terlalu penakut untuk larut
Membaur Pada senyap yang kau sebut siap

Puisi_Orang Asing Bagimu

Berawal dari kesadaran tentang aneh dan jarangnya pengekspresian sebuah cinta. Dimana seorang laki-laki dan seorang perempuan yang memang saling memendam perasaan, jarang berkomunikasi bahkan bertemu. Sesekalinya bertemu mungkin hanya berpapasan saja tanpa menyapa ataupun tersenyum. Tidak layaknya mereka yang sering kita lihat, ketika bertemu dengan orang yang dicintainya mendadak salah tingkah, berbunga-bunga, melayang, dan lain sebgainya. Justru mereka layaknya orang asing. Yaa.. puisi ini menceritakan tentang dinginnya mereka berdua yang saling mencintai ketika dipertemukan di suatu tempat yang tak disangka-sangka. Mungkin tak pandai mengekspresikan cinta mereka dalam sebuah pertemuan yang belum halal, tapi mungkin impian untuk bersatu sangat riuh mereka panjatkan dalam do’a...


http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisiorang-asing-bagimu.html


“Orang Asing Bagimu”
                                                                                                            Karya : Mia Helmiyani

Kau dan aku...
Merajut kisah yang tak pernah usai
Membenci pertemuan, pemendam kerinduan
Berperang dengan tetes-tetes cinta yang kian membaru

Kau dan aku...
Penikmat kesendirian dan setangkai harapan
Di lingkaran cinta serta impian
Kendati lisan yang tak mungkin bersahutan, do’a lah yang berlarian

Jiwa...
Katakanlah jika dan hanya jika
Bahwa dengan hanya hadir di hadapannya
Tanpa ucap kata, tanpa sapa, tanpa rupa senada

Menghanyutkan rasa yang kian berbunga
Indah mentari serasa gelap gulita
Akal bertanya “siapa” dan “mengapa”
Orang asing untuk yang kedua kalinya


*Coretan_Kata_Impian

Puisi _ Curahan Hatiku (Masih Punya Lembaran Baru)



Dari pada ga update puisi mending curhat aja,, hehe ^_^ puisi ini Awan persembahkan khusus untuk wanita yang begitu spesial untuk hidup Awan >>314<<
 “Selamat Menikmati”


Curahan Hatiku (Masih Punya Lembaran Baru)

Karya : Awan Mendunx


Ingin rasanya ku lari dari kenyataan ini
Ingin rasanya kulari dari luka yang begitu perih ini
Luka yang menganga karena kecewa
Hingga ku takbisa menutupnya karena menderita

            Apalagi yang harus ku buktikan
            Apalagi yang harus ku lakukan
            Agar kau percaya
            Cintaku tiada dua

Tak sadarkah kau?
Aku bertahan sampai saat ini
Karena kau begitu berharga
Karena hanya kau yang ku puja

            Robeklah hati ini
            Pecahkanlah otak ini
            Maka kau takakan pernah menemukan darah
            Tapi kau hanya akan melihat cintaku yang begitu besar

Lihatlah air mata ini
Air mata yang menguyur tubuhku
Air mata yang membasahi ragaku
Tak cukupkah sebagai bukti?

            Bukti begitu yakinya aku padamu
            Buktiku mencintaimu, menyayangimu
            Aku mohon kembalilah padaku
            Kita masih punya lembaran baru  

Kita lupakan masalalu
Masa dimana aku mengecewakanmu
Masa di mana aku melukai hatimu
Tau kah kau?

            Semua yang kulakukan itu karena ku takut kehilanganmu
            Aku takut kau meninggalkanku
            Jadi ..... kembalilah padaku
            Karena kita masih punya lembaran baru

Jika suatu saat nanti kau membaca puisi ini, aku hanya punya satu permintaan, kembalilah padaku kapanpun itu, bicara lah langsung pada ku bahwakau ingin kembali padaku.

Simpan cintamu, untuk diriku, cepatlah pulang, aku menunggumu. (Seventeen_Simpan Cintamu)
close