Puisi _ Azalia

Puisi ini terinspirasi dari lagu Ali Sastra dan Edcoustiq yang berjudul “Azalia”. Di mana isinya menggambarkan tentang seorang wanita yang berakhlak mulia dan didambakan oleh seorang lelaki, dari sekian banyaknya lelaki lain yang ingin memilikinya. Dia wanita yang selalu berada dalam penjagaan Illahi. Diibaratan seperti bunga Azalia. Selamat membaca… J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-azalia.html

Karya : Mia Helmiyani

“Azalia”
Mengenalmu terdasari kekaguman
Terjaga, tersembunyi dalam rahasia Allah
Setelah tibalah atas kehendak-Nya
Kau muncul di permukaan
Dan aku, riang menyambutmu

Bukan silap dirasa
Medanmu teruji, kau nikmati
Bernalar tasbih, menghiasi dalam taat
Sekian lama, semakin yakin
Agar kelak dapat memetik indah dirimu

Azalia yang kupinta jelas pada-Nya
Aku adalah kumbang peneropongmu
Yang senantiasa ada di tepian sana
Entah penantian kumbang mana yang kau pilih
Azaliaku, yang sedang kucinta dalam do’a

Puisi _ “Kesalahanku” (versi terbaru)

Puisi ini adalah hasil revisi dari puisi saya yang berjudul “Kesalahanku”. Dengan judul yang sama, puisi ini bercerita tentang seseorang  yang menyesali perbuatan buruknya  hingga sangat terpuruk. Tetapi dia sangat ingin berusaha untuk bertaubat, memperbaiki kesalahannya, dan tidak ingin untuk mengulanginya lagi. Selamat membaca…  J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-kesalahanku-versi-terbaru.html


“Kesalahanku”

Karya : Mia Helmiyani

Berat dan tertahan kaki ini melangkah
Karena semua hanyalah tingkah
Jiwa merendah, raga melemah
Tak guna sudah

Di hadapan-Mu…
Sungguh malu kuumbar banyak dosa
Sunyi sepi dalam perhatian-Mu
Hilang jejak dalam memenuhi syarat-Mu

Tubuhku telah ambruk…
Terkurung iri dengki, tertutup jubah amarah
Hati yang tidak khusyu..
Pikiran yang tidak tenang…
Dan nafsu yang tidak pernah kenyang…

Wahai Penentu Waktu…
Hadirkanlah, lapangkanlah jalan perubahan ini
Dengan wujud kasih-Mu
Sucikan kembali semua kesalahanku

Puisi_Nostalgia

Semua pasti punya kenangan ( masa lalu ). Enggan kita jika melihat pahitnya masa lalu, tapi merindukan dengan bagian yang manisnya, dan serasa ingin mengulanginya. Tapi tahukah ? Adakalanya dengan kenangan pahit justru malah membuat kita lebih baik karena dapat mengambil pelajaran/hikmahnya. Dan adakalanya kenangan manis bisa membuat kita semakin buruk karena sangat mungkin gagal untuk move on, akhirnya kita terpuruk dan merasa hidup ini tidak adil. Hukum ini mungkin berlaku dalam “Cinta”... Puisi ini menceritakan tentang seseorang yang tidak ingin terpuruk pada masa lalu cintanya yang belum istiqomah...

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisinostalgia.html


“Nostalgia”
                                                                                                            Karya : Mia Helmiyani

Nyatanya masih dirimu yang mendomisili
Akuilah sang indra...
Tidakkah dapat kurasakan ketenangan dan kedamaian
Dia yang ingin aku beri keapatisan

Sekejap aku senang, keberadaan hatiku diakui dan dilindungi
Cintanya yang statis menguatkanku
Sekejap aku benci, saat komiten remuk, rapuhlah tiang penyangga
Hingga esok dan seterusnya enggan berkompromi

Sang indra...
Maknai semua ini dengan hati suci
Dirimu yang perasa, masih tangguh untuk kuasa
Masih terizin oleh perubahan, terbukalah kesempatan

Sungguh...
Kejelekan atas dasar kehkhilafan
Terobati dengan pertaubatan, mendekati-Nya yang mengulurkan kesayangan
Masa lalu, yang telah menyumbang edukasi



*Coretan_Kata_Impian

Puisi_Laki-Laki Sunset

Laki- laki sunset Adalah laki- laki yg kagum nan takjub Pada perempuan yang selalu istiqomah Pada tapak tilas kehidupan, Namun ia menimbang dirinya untuk mengumpulkan ke beranian. Untuk memperjuangkan atau berhenti yang berarti mengikhlaskan.

Laki-Laki Sunset
Karya: Rini Chan Ciptowiharjo

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisilaki-laki-sunset.html

Sunset tenggelam di parasmu
Layaknya misykat
Selendang mayang berpedar dimatamu
Layaknya bara
Anggunmu Adalah diam yang tak bisa kupahami
Antara angin menelisik senyap
Dan aku terlalu rapuh untuk mendekat
Pedar yang menjingga di ruang yang kau sebut jiwa
Bias- bisa swarnadipa
Menyelimutimu dalam takjub
Dan aku terlalu penakut untuk larut
Membaur Pada senyap yang kau sebut siap

Puisi_Eta Teragkanlah

Sajak ini menceritakan tentang bagaimana ia berusaha bangkit dari kefuturan bangkit kembali menjadi manusia baru
http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisieta-teragkanlah.html


Eta Terangkanlah
Karya: Rini Chan Ciptowiharjo


Pada hati-hati yang berjelaga
Pada senyap tak bertepi
Pada hari yang terselimutkan gulita
Aku mengetuk sudut arsyMu dalam lirih
Maka, terangkanlah segumpal yang bersemayam pada jiwa
Terangkanlah melalui bisik harapan
Maka terangkanlah, setitik nurMu yang agung
Maka aku kembali sepenuh hati.

Puisi_SETIA LUKA TAK SETIA HAMPA

Apakabar semuanya semoga baik-baik saja, selamat datang kembali dikumpulan puisi karya Awan mendunx disini , udah lama ga nulis nih jadi berasa kaku, beberapa tahun kebelakang lagi dateng males nulisnya,haha, pengennya sih ada yang mau nerbitin jadi buku tapi belum ada tawaran juga, wkwk ngarep banget ya? :v malah curhat,

Oh iya sekarang judul puisinya “setia, luka tak setia hampa” teman-teman semua pernah ngalamin ga? Disaat kita bener-bener setia kita lakukan apa saja untuk dia eeh dianya malah bikin kecewa, terus kita coba untuk ga setia, kita pacaran ga pake hati, tapi rasanya hampa kayak yang gapunya pacar dan lain sebagainya. Kalo pernah ngalamain mungkin puisi dibawah bisa mewakili kata hatinya, dan kalo belum ngalamin puisi dibawah bisa dijadikan pelajaran, wkwk pelajaran yang nulisanya aja jarang belajar deng :v, ok langsung baca aja jangan lupa tinggalkan komentar dan bagikan keorang-orang. dan follow IG saya "@sajakberdebu".

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/03/puisisetia-luka-tak-setia-hampa.html


SETIA LUKA TAK SETIA HAMPA


Karya : Awan Mendunx


Dulu aku pernah setia
Hari-hariku penuh warna
Canda tawa selalu ada
Bersama cinta aku setia
Namun itu tak bertahan lama
Dalam sekejap semuanya sirna
Canda tawa berubah duka
Karena cinta aku terluka
Sekarang aku tak setia
Hari-hariku begitu hampa
Banyak cinta datang namun tak berasa
Karena hatiku tak lagi terbuka


28 Maret 2017

Sajak Berdebu, Kumpulan Sajak Sederhana Karya Awan Mendunx Part1

Sajak Berdebu, Kumpulan Sajak Sederhana Karya Awan Mendunx

Kata-kata mutiara, kumpulan puisi, cinta, baper, galau


Terakhir posting disini kapan ya?, maaf kawan blognya jadi terabaikan, biasalah gara-gara orang yang suka memberi inspirasi pergi diambil orang wkwk, sedih gan sedih banget kalo di ceritain, maklumlah wajah pas pasan kayak gini mah syukur kalo ada yang mau juga, ini ceritanya promosi atau apa ya, kali aja ada bidadari mau daftar jadi pacar, eeh :v
Walaupun udah move on dari dulu, tapi ga tau kenapa inspirasinya gakeluar, setelah sekian lama smedi, saya mulai lagi berkarya dengan tulisan tapi tidak melalui blog ini, saya coba di instagram, kalau mau liat-liat silahkan kunjungi @sakajberdebu disitu karya-karya tulisan saya di upload, etapi jangan Cuma diliat deng, di follow, like dan komentar juga ya, haha
Saya akan upload kan sedikit karya saya yang diupload di IG @sajakberdebu disini, yaa kali aja temen-teman semua suka, dan tunggu karya-karya saya selanjutnya di blog ini maupun di instagram selamat membaca kata-kata mutiara walaupun gatau sekarang mutiara ada dimana, eeh tuh kan baper wkwk, pokoknya tunggu karya saya dan selamat menikmati.
Ooh iya satu lagi ini cocok untuk dp BBM, WA, Facebook, Twitter, Instagram dan sosial media lainnya :v











Tunggu Part 2nya


Untuk kalian yang ingin melihat Part 2 nya silahkan klik link berikut

jika ingin tau updatetan terbaru dari potongan sajak diatas boleh difollow akun IG saya 

Puisi_Sirna

Maaf banget nih udah lama pakum, lagi mentok ga ada insfirasi.
eeh iya kalau yang mau dibuatin puisi, bisa komen di bawah atau bisa langsung ke fanpage, ceritain gimana jalan ceritanya nanti saya buatin puisi buat temen-temen, atau ada yang mau ikut share disini juga boleh,
Jangan lupa tinggalin komentar dan like fanpagenya ya biar saya lebih semangat nulisnya, terima kasih semuanya, sallam.
Selamat menikmati.
Sirna
Karya : Awan Mendunx

Semua telah sirna
Apa yang kita rangkai berdua
Seakan gelap gulita
Saat kau meninggalkanku tanpa kata

            Semua karena dia
            Yang datang menyusup kecelah hatimu
            Merusak semua cerita
            Menimbulkan api diantara kita

Hatimu yang mudah luluh oleh rupa
Menghancurkan kokohnya cinta karena harta
Seakan kau tak peduli dengan hatiku
Yang selalu berusaha membuatmu ceria

            Kau bilang cinta tak bisa dipaksakan
            Tapi mengapa kau paksakan cintamu pada dia?
            Yang selalu memandang rendah dirimu
            Takpernah peduli sedikitpun pada hatimu

Sedangkan aku.....
Yang menjungjung tinggi cintamu
Kau acuhkan begitu saja
Tanpa mau menyentuhnya

Puisi _ Ibu

Puisi ini di buat untuk teman-teman yang ibu tercintanya sudah pergi dari dunia ini untuk selamanya, semoga amal ibadah ibu diterima oleh-Nya dan ditempatkan di tempat yang paling indah, aamiin.

IBU

Karya : Awan Mendunx

Ibu …
Kata itu yang selalu ku ucapkan setiap waktu
Yang selalu menemani disaat ku pilu
Tak pernah meninggalkanku disaat ku jatuh

            Ibu … jasa-jasamu bagaikan angin
            Terasa tapi mudah terlupa
            Ibu … kasih sayangmu bagaikan air
            Mengalir begitu sajah tanpa harus ku pinta

Tapi itu dulu ibu …
Itu dulu …
Sekarang kau tak pernah ada untukku
Bayangmupun tak Nampak lagi di mataku

            Karena kau telah pergi
Meninggalkan semua yang kita miliki
Jangan pernah kau mengkhawatirkan ku disini
Karena ada mereka yang menyayangi

Aku hanya bias mendo’akanmu
Berharap Allah menerima semua amalmu
Dan memberikan tempat yang terbaik untukmu

Amiin ya Allah ya robbal alamin

Puisi _ Mengapa?

Mengapa?


Karya : Awan Mendunx



Cukup disini
Mulai saat ini
Aku tak akan lagi menggantungkan harapan padamu
Berulang kali aku sakit karnamu
Berulang kali pula aku tetap menunggumu

Mungkin aku bodoh
Atau kau yang bodoh?
Menyianyiakan cinta yang tulus dari hati
Untuk mengejar cinta yang belum pasti

Cinta.........
kata orang engkau begitu indah
Tapi mengapa aku merasakan kebalikannya?
Kata orang cinta itu ping
Kata orang cinta itu hijau
Kata orang cinta itu biru
Tapi mengapa cinta yang kulihat hanya hitam

Hitam pekat, gelap gulita, tak mempesona

Puisi _ Hanya Sehari Saja



Puisi ini khusus saya persembahkan untuk om dan tante saya yang pada heri sabtu 16 agustus 2014 pukul 19.00 dan 21.00, telah di tinggalkan oleh buah  hatinya yang merasakan hidup di dunia hanya sehari saja. Semoga anak-anaknya (Raka dan Riki) bisa menjadi tabungan dan menjemput kedua orang tuanya kelak di yaumulzaza walhisab. Aamiin Ya ALLOH Ya Robbal Alamin.


http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2014/08/puisi-hanya-sehari-saja.html

Hanya Sehari Saja

Karya : Awan Mendunx


Baru sesaat kita bertemu
Dan hal ini tak pernah terfikir olehku
Rasa bahagia berdegup tanpa ragu
Menjalar, merasuk sampai otak ku
Hari demi hari ku hitung tanpa henti
Menunggu hadirmu terlahir kedunia ini
Hari yang kunanti mendekat dengan pasti
Kau pun terlahir menghadirkan bahagia di hati
Rasa lega tak bisa ku tutpi
Ingin rasanya berteriak, “AKU SUDAH PUNYA PUTRA LAGI”
Namun sayng seribu sayang
Sesuatu yang lama ku damba
Hanya datang sekejap mata
Kau dipanggil kembali oleh Sang Maha Kuasa
Setelah menitipkannya kepadaku hanya sehari saja

Puisi _ Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku

Karya : Awan Mendunx


Getaran cinta selalu terasa disaat kau ada
Mencengkram tulang hingga ku lemas tak berdaya
Mata hanya terfokus pada satu wajah
Wajah indah dengan pipi merahnya
Meski ribuan orang hilir mudik menghalanginya
Mata dan hatiku selalu fokus memperhatikannya
Gaya bicaranya...
Pipi merahnya...
Senyum manisnya...
Hingga kebaikan hatinya...
Tak luput ku perhatikan
Dalam hati ku berkata
Inilah wanita yang ku cari-cari
Sekian lama mengembara tanpa henti
Ternyata kau ada disini
Ya Alloh, apa ini jawaban dari do’aku?
Setelah hari itu, belum ada wanita yang menarik hati
Sedangkan dia bukan hanya menarik
Tapi sanggup menggetarkan dan menyejukan hati
Dan Hanya sekejap aku jatuh pada pesonanya
Apa dia punya rasa yang sama?
Maukah dia menerimaku apa adanya?
Apakah aku akan berjodoh dengannya?
Arrrgh, pertanyaan itu selalu menyakitkan
Membingungkan, bahkan menggalaukan
Ya Alloh, dia memenag bukan sang dewi, apalagi bidadari
Tapi dialah yang sanggup meluluhkan hati kerasku ini
Hati yang tak mudah jatuh cinta
Telah takluk oleh pesonanya
Disetiap sujudku
Aku hanya bisa berdo’a
Berdo’a agar aku berjodoh dengan dia

Puisi _ Mungkin



Mungkin

Karya : Awan Mendunx

Mungkin langit akan berubah mendung
Mungkin hujan sebentar lagi akan turun
Mungkin namaku akan luntur
Digantikan nama lain yang lebih makmur

Mungkin disini aku mulai terpuruk
Mungkin semuanya akan memburuk
Mungkin cintaku tak akan bertepuk
Karena cintamu abstrak tak berbentuk

Mungkin cintaku tak terbalas
Mungkin hatiku habis terkuras
Mungkin cintamu sudah terbalas
Oleh lelaki yang kau anggap pantas

            Mungkin aku akan pergi
            Mungkin semuanya takan pernah kembali
            Mungkin dalam hatiku takan ada lagi
            Cintaku yang selalu diimpi-impi

Atau mungkin aku akan tetap disini
Menunggu kepastian darimu lagi
Atau mungkin aku nekad berlari
Untuk merebut cintaku kembali

Semua keputusan ada ditanganmu aku hanya bisa duduk manis menunggu kepastian itu
close