Puisi_Laki-Laki Sunset

Laki- laki sunset Adalah laki- laki yg kagum nan takjub Pada perempuan yang selalu istiqomah Pada tapak tilas kehidupan, Namun ia menimbang dirinya untuk mengumpulkan ke beranian. Untuk memperjuangkan atau berhenti yang berarti mengikhlaskan.

Laki-Laki Sunset
Karya: Rini Chan Ciptowiharjo

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisilaki-laki-sunset.html

Sunset tenggelam di parasmu
Layaknya misykat
Selendang mayang berpedar dimatamu
Layaknya bara
Anggunmu Adalah diam yang tak bisa kupahami
Antara angin menelisik senyap
Dan aku terlalu rapuh untuk mendekat
Pedar yang menjingga di ruang yang kau sebut jiwa
Bias- bisa swarnadipa
Menyelimutimu dalam takjub
Dan aku terlalu penakut untuk larut
Membaur Pada senyap yang kau sebut siap

Puisi_Orang Asing Bagimu

Berawal dari kesadaran tentang aneh dan jarangnya pengekspresian sebuah cinta. Dimana seorang laki-laki dan seorang perempuan yang memang saling memendam perasaan, jarang berkomunikasi bahkan bertemu. Sesekalinya bertemu mungkin hanya berpapasan saja tanpa menyapa ataupun tersenyum. Tidak layaknya mereka yang sering kita lihat, ketika bertemu dengan orang yang dicintainya mendadak salah tingkah, berbunga-bunga, melayang, dan lain sebgainya. Justru mereka layaknya orang asing. Yaa.. puisi ini menceritakan tentang dinginnya mereka berdua yang saling mencintai ketika dipertemukan di suatu tempat yang tak disangka-sangka. Mungkin tak pandai mengekspresikan cinta mereka dalam sebuah pertemuan yang belum halal, tapi mungkin impian untuk bersatu sangat riuh mereka panjatkan dalam do’a...


http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisiorang-asing-bagimu.html


“Orang Asing Bagimu”
                                                                                                            Karya : Mia Helmiyani

Kau dan aku...
Merajut kisah yang tak pernah usai
Membenci pertemuan, pemendam kerinduan
Berperang dengan tetes-tetes cinta yang kian membaru

Kau dan aku...
Penikmat kesendirian dan setangkai harapan
Di lingkaran cinta serta impian
Kendati lisan yang tak mungkin bersahutan, do’a lah yang berlarian

Jiwa...
Katakanlah jika dan hanya jika
Bahwa dengan hanya hadir di hadapannya
Tanpa ucap kata, tanpa sapa, tanpa rupa senada

Menghanyutkan rasa yang kian berbunga
Indah mentari serasa gelap gulita
Akal bertanya “siapa” dan “mengapa”
Orang asing untuk yang kedua kalinya


*Coretan_Kata_Impian

Puisi_Eta Teragkanlah

Sajak ini menceritakan tentang bagaimana ia berusaha bangkit dari kefuturan bangkit kembali menjadi manusia baru
http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisieta-teragkanlah.html


Eta Terangkanlah
Karya: Rini Chan Ciptowiharjo


Pada hati-hati yang berjelaga
Pada senyap tak bertepi
Pada hari yang terselimutkan gulita
Aku mengetuk sudut arsyMu dalam lirih
Maka, terangkanlah segumpal yang bersemayam pada jiwa
Terangkanlah melalui bisik harapan
Maka terangkanlah, setitik nurMu yang agung
Maka aku kembali sepenuh hati.

inilah penulis baru yang akan setia nongkrong di blog awan mendunx

PENULIS BARU DI BLOG AWAN MENDUNX

sekian lama ga update dan mungkin terlalu banyak alasan untuk menjelaskan kenapa kelamaan ga update wkwk, intinya saya mentok "gampang banget jawabnya ya" terima kasih kepada teman-teman yang masih setia mendukung, mengunjungi blog ini tiap hari tapi masih tetep ga update, insya Alloh dengan menambahnya personil kita bisa update puisi, cerpen bahkan curhatan meskipun engga tiap hari, untuk kalian juga yang mau gabung, boleh tinggal kirim puisinya ke email kami awanmendunx10@gmail.com sertakan nama penulis dan jalan cerita dari puisi tersebut lalu akan kita terbitkan disini.

hari ini dan seterusnya kita akan menyajikan puisi- puisi terbaru dengan personil yang baru juga ada Mia Helmiyani dan Rini Chan Ciptowiharjo mereka berdua akan setia menghiasi blog ini dan yang pasti puisi-puisi dari mereka sangat berbobot, jadi tetap dukung kami, selalu komentar disetiap postingan agar kami tetap bersemangat mengupdate puisi-puisi terbaru. Semoga kerjasama antara kita akan terus terjalin. Aamiin....


di lain kesempatan kita akan memperkenalkan lebih jauh tentang penulis- penulis yang biasa update di blog ini terutama Mia Helmiyani dan Rini Chan Ciptowiharjo jadi tetap dukung kami, terima kasih

Curhatan tukang curhat

Curhatan tukang curhat

Curhatan macam apa ini, hahaha baca ajan gan sampe beres.

Bingung nih mau upload apa lagi belum ada inspirasi, kita curhat aja lah ya wkwkwk, kita ceritain kapan aku mulai nulis.

Berawal saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar aku terinspirasi sama band-band indonesia seperti sheila on 7, dewa19,  dan band lain seangkatannya, dipikir-pikir aku tua banget ya? Hahaha, waktu sd aku terobsesi sama mereka pengen bisa ngeband main musik terutama yang namanya gitar, lihat sodara, teman pada jago main gitar, cuman emang dasar ga bakat ngemusik belajar bertahun-tahun gabisa bisa, kunci hapal tapi gabisa menyesuaikan nada, mungkin ini yang namanya buta nada? , miris banget kan? Udah itu aku sedikit-sedikit mudur dari obsesi ngemusik, jadinya Cuma penikmat musik aja.

                Singkatnya aku udah masuk SMP, Sambil ngelamun dengerin musik terbersit di benakku, gabisa main musik kenapa ga jadi yang ciptain lagunya aja? Mulai dari saat itu aku rajin coret-coret buku, membuat kata-kata yang menurutku romantis, coba pake nada walaupun aku tau itu nada paling ancur didunia bahkan sampai akhirat, dan saat kelas 3 SMP aku jatuh cinta sama seorang cewek disitulah kata-kata indah nan romantisku bermunculan tanpa henti, aku tulis di buku masih inget merknya Big Boss, ga penting ya? Wkwk. Aku sampai habisin dua buku big boss setiap satu lembar aku isi dengan kata-kata romantisku dan satu lembar berikutnya aku tulis nama cewek itu.

                Hari terus berganti aku menulis tak kunjung henti, dan penyesalan seumur hidupku aku tak pernah mengatakan perasaanku kepadanya, waktu SMP aku cupu banget walupun sekarang masih cupu sih, dan ini kejadian nyata sekaligus pengalaman pertama, cewek yang aku suka melontarkan senyum indahnya intah pada siapa tapi dalam hati aku yakin itu senyuman untukku aku balas senyumannya dan tiba-tiba badanku lemas, kakiku takuat menopang tubuhku, sampai aku minta bantuan sama temen buat memapahku ke bangku tempat aku duduk, tubuhku gemeteran.

                Temanku bertanya kamu kenapa kok sampe gemeteran gitu liat hantu? Sambil ngetawain,. Bukan bukan itu kamu tau cewek yang aku suka? Dia.... dia.... dia tadi senyum sama aku, dan entah kenapa tubuhku tiba-tiba lemes, temanku langsung tertawa lepas, Cuma gara-gara itu kamu kayak gini? Turut prihatin sama kamu sob.

                Mungkin itu pengalaman yang paling aneh dalam hidupku, dan mulai beranjak SMA, biasa setelah pulang sekolah aku suka coret-coret bukuku cari inspirasi dan langsung aku tulis, tapi suatu hari ada kejadian yang membuatku sangat terpukul, sangat menyesal, begitu sakit didalam hati, buku yang selama ini aku coret-coret, buku yang selalu menemaniku, buku yang selalu aku tulisa nama dia, dijual ketukang rongsok sama emak, mulai detik itu juga aku gapernah lagi menulis kata-kata romantisku.

                Tahun demi tahun aku sudah lupa dengan yang namanya puisi, aku lupa bagaimana caranya menari dengan pena diatas kertas, saat aku mau mencobanya lagi, teman-temanku mengejek, haha kamu jadi cowok alay banget, masa cowok bikin puisi?, muka aja serem tapi hatinya ping, apa? Puisi? Hahaha, wwwiihhh kamu hebta bisa bikin puisi “bari semu ngaledek tea gening” (pake mimik muka meledek), dari situ aku drop lagi, dan ga pernag ingin untuk menulis.

                Singkat cerita, aku sudah jadi anak kuliahan, cieee anak kuliahan, udah lupa banget dengan namanya puisi, dan suatu ketika ada seorang cewek yang menarik perhatianku, dia begitu berbeda dari yang lain, tingah, sikap dan sifatnya dia mempunyai daya tarik tersendiri, aku mulai mendekati dia, dan dia mempunyai hobi membaca, dan paling mengejutkan dia sangat mahir dalam merangkai kata, dia lebih muda dari aku tapi bakat menulisnya begitu terpancar jelas, dari situ jiwa merangkai kataku bangkit kembali, dan aku mencoba menulis lagi hari demi hari, dalam pikiranku tertanam aku gaboleh kalah sama cewek itu.

                Kata-kataku mulai kembali pada tracknya, semangatku kembali menggebu menari bersama pena melukiskan keindahan kata diatas kertas saling berlomba siapa yang terbaik, dari mulai senang sesenang-senangnya hingga yang namanya sakit se sakit-sakitnya, kita jalani bersama, emosi, egois, semuanya bercampur jadi satu, aku coba uploadkan puisi-puisiku ke blog ini, dan aku sangat bahagia, hingga hari itu tiba, dia pergi jauh entah kemana, tanpa memberitahuku sebelumnya, itulah salah satu alasan beberapa tahun kebelakang aku berhenti menulis lagi.


Terima kasih udah membaca curhatanku dari atas sampe bawah, maaf kalo telalu lebay,maaf apabila kata-katanya tidak nyambung,. Minta tanggapannya dan tuliskan dikomentar ya, terima kasih 
close