Puisi _ Ampuni Semua Dosa



Ampuni Semua Dosa

Karya : Awan Mendunx

Berjalan di tengah malam
Bukan untuk mencari hiburan
Tapi untuk memaknai kehidupan
Walau hanya ditemani rembulan
Disaksikan bintang-bintang
Aku tetap berjalan
Menyusuri gelapnya malam
Kilau cahaya dari lampu kendaraan
Hanya sekejap menerangkan jalan
Dan kembali di selimuti kegelapan
Ya Alloh, ini baru di dunia
Bagaimana di kubur sana?
Sendiri, hanya amal menemani
Sendiri, tak bisa apa-apa lagi
Menunggu dibangkitkan kembali
Dengan amalan yang tak seberapa ini
Cacing dan belatung berpesta
Menyantap lahap seluruh raga
Bumi menjepit dengan perkasa
Menghancurkannya tanpa sisa
Ya Alloh ampunilah semua dosa
Dosaku dan kedua orang tua
Ya Alloh ampunilah semua dosa
Dosaku dan semua keluarga

Puisi _ Ta'aruf



Ta’aruf

Karya : Awan Mendunx

Lihatlah malam ini cinta
Penuh bintang gemerlapan
Rembulan tersenyum kegirangan
Melihat kita yang sedang kasmaran
Seperti itulah hatiku sekarang
Kembang kempis mengucap satu nama
Seirama dangan satu nada
Nada cinta kita berdua
Berdendang memecah kesunyian
Penuh cinta yang kita pancarkan
Membuat iri setiap insan
Karena kita sedang ta’arufan
Semoga berakhir dengan pernikahan
Pernikahan penuh keridhoan
Ya Alloh restuilah hubungan kami
Oleh kedua orang tua kami
Saudara-saudara kami
Terutama oleh-MU ya Alloh
Aamiin ya Alloh ya Robbal’alamin

Puisi _ Sakitnya Pengorbanan



Sakitnya Pengorbanan


Karya : Awan Mendunx


Jujur aku tak rela dengan semua ini
Mendengarmu menyebut namanya
Melihatmu membanggakannya
Aku tersiksa

                Tersiksa dalam kebohonganku
                Yang selalu menyuruhmu pergi bersamanya
                Agar kau bisa bahagia
                Tak pernah merasakan luka

Meski jiwa ini menangis
Meski hati ini teriris
Akan selalu ku tutup dengan senyuman
Agar kau tetap nyaman

                Inikah yang disebut pengorbanan?
                Yang sakitnya tak tertahankan
                Melihat cinta yang membahagiakan
                Sedangkan yang berkorban
                Mati dalam keterpurukan

Puisi Islami _ Dosa Lalu



Dosa Lalu


Karya : Awan Mendunx


Saat ku tak sanggup berkata
Saat semuanya sunyi tak berdaya
Hanya terbaring lemas
Tak bisa apa-apa

                Sesalpun datang penuh kemenangan
                Melihatku terkapar
                Dalam keterpurukan
                Teringat dosa lalu yang menyuramkan

Takkan pernah bisa ku ulang
Untuk membenarkan
Masih pantaskah
Aku mengharapkan syurga-MU?

Masih pantaskah
aku mendapat ampunan-MU?
Sedangkan aku
Tak sanggup di neraka-MU

Puisi _ Cukuplah Aku



Puisi ini berceritakan seorang kekasih yang ingin menunjukan bahwa cintanya takan pernah layu, akan selalu menggebu.

Cukuplah Aku

Karya : Awan Mendunx


Bunga tak selamanya mekar
Ada kalanya dia layu
Air tak selamanya mengalir
Ada kalanya dia terhenti

            Aku tahu rasa cintamu kepadaku
            Ada kalanya pasang dan surut
            Kita harus rajin memupuknya agar tidak layu
            Kita harus rajin merawatnya agar tak terhenti

Tapi percayalah
Cintaku takan pernah layu
Takan pernah terhenti
Akan selalu menggebu sampai akhir nanti

            Karena namamu tlah ku tancapkan di dalam hati
            Karena cintamu tlah ku ikat dengan nadi
            Duhai kau dambaan hati
            Jangan pernah tinggalkan aku disini

Walau kita jarang bertemu lagi
Jangan pernah palingkan isi hati
Untuk mencari cinta yang lain
Cukuplah aku yang mengisi hatimu
Dan engkau mengisi hatiku
close