Sajak Berdebu, Kumpulan Sajak Sederhana Karya Awan Mendunx Part1

Sajak Berdebu, Kumpulan Sajak Sederhana Karya Awan Mendunx

Kata-kata mutiara, kumpulan puisi, cinta, baper, galau


Terakhir posting disini kapan ya?, maaf kawan blognya jadi terabaikan, biasalah gara-gara orang yang suka memberi inspirasi pergi diambil orang wkwk, sedih gan sedih banget kalo di ceritain, maklumlah wajah pas pasan kayak gini mah syukur kalo ada yang mau juga, ini ceritanya promosi atau apa ya, kali aja ada bidadari mau daftar jadi pacar, eeh :v
Walaupun udah move on dari dulu, tapi ga tau kenapa inspirasinya gakeluar, setelah sekian lama smedi, saya mulai lagi berkarya dengan tulisan tapi tidak melalui blog ini, saya coba di instagram, kalau mau liat-liat silahkan kunjungi @sakajberdebu disitu karya-karya tulisan saya di upload, etapi jangan Cuma diliat deng, di follow, like dan komentar juga ya, haha
Saya akan upload kan sedikit karya saya yang diupload di IG @sajakberdebu disini, yaa kali aja temen-teman semua suka, dan tunggu karya-karya saya selanjutnya di blog ini maupun di instagram selamat membaca kata-kata mutiara walaupun gatau sekarang mutiara ada dimana, eeh tuh kan baper wkwk, pokoknya tunggu karya saya dan selamat menikmati.
Ooh iya satu lagi ini cocok untuk dp BBM, WA, Facebook, Twitter, Instagram dan sosial media lainnya :v











Tunggu Part 2nya


Untuk kalian yang ingin melihat Part 2 nya silahkan klik link berikut

jika ingin tau updatetan terbaru dari potongan sajak diatas boleh difollow akun IG saya 

Puisi_Sirna

Maaf banget nih udah lama pakum, lagi mentok ga ada insfirasi.
eeh iya kalau yang mau dibuatin puisi, bisa komen di bawah atau bisa langsung ke fanpage, ceritain gimana jalan ceritanya nanti saya buatin puisi buat temen-temen, atau ada yang mau ikut share disini juga boleh,
Jangan lupa tinggalin komentar dan like fanpagenya ya biar saya lebih semangat nulisnya, terima kasih semuanya, sallam.
Selamat menikmati.
Sirna
Karya : Awan Mendunx

Semua telah sirna
Apa yang kita rangkai berdua
Seakan gelap gulita
Saat kau meninggalkanku tanpa kata

            Semua karena dia
            Yang datang menyusup kecelah hatimu
            Merusak semua cerita
            Menimbulkan api diantara kita

Hatimu yang mudah luluh oleh rupa
Menghancurkan kokohnya cinta karena harta
Seakan kau tak peduli dengan hatiku
Yang selalu berusaha membuatmu ceria

            Kau bilang cinta tak bisa dipaksakan
            Tapi mengapa kau paksakan cintamu pada dia?
            Yang selalu memandang rendah dirimu
            Takpernah peduli sedikitpun pada hatimu

Sedangkan aku.....
Yang menjungjung tinggi cintamu
Kau acuhkan begitu saja
Tanpa mau menyentuhnya

Puisi _ Ibu

Puisi ini di buat untuk teman-teman yang ibu tercintanya sudah pergi dari dunia ini untuk selamanya, semoga amal ibadah ibu diterima oleh-Nya dan ditempatkan di tempat yang paling indah, aamiin.

IBU

Karya : Awan Mendunx

Ibu …
Kata itu yang selalu ku ucapkan setiap waktu
Yang selalu menemani disaat ku pilu
Tak pernah meninggalkanku disaat ku jatuh

            Ibu … jasa-jasamu bagaikan angin
            Terasa tapi mudah terlupa
            Ibu … kasih sayangmu bagaikan air
            Mengalir begitu sajah tanpa harus ku pinta

Tapi itu dulu ibu …
Itu dulu …
Sekarang kau tak pernah ada untukku
Bayangmupun tak Nampak lagi di mataku

            Karena kau telah pergi
Meninggalkan semua yang kita miliki
Jangan pernah kau mengkhawatirkan ku disini
Karena ada mereka yang menyayangi

Aku hanya bias mendo’akanmu
Berharap Allah menerima semua amalmu
Dan memberikan tempat yang terbaik untukmu

Amiin ya Allah ya robbal alamin

Puisi _ Mengapa?

Mengapa?


Karya : Awan Mendunx



Cukup disini
Mulai saat ini
Aku tak akan lagi menggantungkan harapan padamu
Berulang kali aku sakit karnamu
Berulang kali pula aku tetap menunggumu

Mungkin aku bodoh
Atau kau yang bodoh?
Menyianyiakan cinta yang tulus dari hati
Untuk mengejar cinta yang belum pasti

Cinta.........
kata orang engkau begitu indah
Tapi mengapa aku merasakan kebalikannya?
Kata orang cinta itu ping
Kata orang cinta itu hijau
Kata orang cinta itu biru
Tapi mengapa cinta yang kulihat hanya hitam

Hitam pekat, gelap gulita, tak mempesona

Puisi _ Hanya Sehari Saja



Puisi ini khusus saya persembahkan untuk om dan tante saya yang pada heri sabtu 16 agustus 2014 pukul 19.00 dan 21.00, telah di tinggalkan oleh buah  hatinya yang merasakan hidup di dunia hanya sehari saja. Semoga anak-anaknya (Raka dan Riki) bisa menjadi tabungan dan menjemput kedua orang tuanya kelak di yaumulzaza walhisab. Aamiin Ya ALLOH Ya Robbal Alamin.


http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2014/08/puisi-hanya-sehari-saja.html

Hanya Sehari Saja

Karya : Awan Mendunx


Baru sesaat kita bertemu
Dan hal ini tak pernah terfikir olehku
Rasa bahagia berdegup tanpa ragu
Menjalar, merasuk sampai otak ku
Hari demi hari ku hitung tanpa henti
Menunggu hadirmu terlahir kedunia ini
Hari yang kunanti mendekat dengan pasti
Kau pun terlahir menghadirkan bahagia di hati
Rasa lega tak bisa ku tutpi
Ingin rasanya berteriak, “AKU SUDAH PUNYA PUTRA LAGI”
Namun sayng seribu sayang
Sesuatu yang lama ku damba
Hanya datang sekejap mata
Kau dipanggil kembali oleh Sang Maha Kuasa
Setelah menitipkannya kepadaku hanya sehari saja
close