Puisi _ Ibu

Puisi ini di buat untuk teman-teman yang ibu tercintanya sudah pergi dari dunia ini untuk selamanya, semoga amal ibadah ibu diterima oleh-Nya dan ditempatkan di tempat yang paling indah, aamiin.

IBU

Karya : Awan Mendunx

Ibu …
Kata itu yang selalu ku ucapkan setiap waktu
Yang selalu menemani disaat ku pilu
Tak pernah meninggalkanku disaat ku jatuh

            Ibu … jasa-jasamu bagaikan angin
            Terasa tapi mudah terlupa
            Ibu … kasih sayangmu bagaikan air
            Mengalir begitu sajah tanpa harus ku pinta

Tapi itu dulu ibu …
Itu dulu …
Sekarang kau tak pernah ada untukku
Bayangmupun tak Nampak lagi di mataku

            Karena kau telah pergi
Meninggalkan semua yang kita miliki
Jangan pernah kau mengkhawatirkan ku disini
Karena ada mereka yang menyayangi

Aku hanya bias mendo’akanmu
Berharap Allah menerima semua amalmu
Dan memberikan tempat yang terbaik untukmu

Amiin ya Allah ya robbal alamin

Puisi _ Mengapa?

Mengapa?


Karya : Awan Mendunx



Cukup disini
Mulai saat ini
Aku tak akan lagi menggantungkan harapan padamu
Berulang kali aku sakit karnamu
Berulang kali pula aku tetap menunggumu

Mungkin aku bodoh
Atau kau yang bodoh?
Menyianyiakan cinta yang tulus dari hati
Untuk mengejar cinta yang belum pasti

Cinta.........
kata orang engkau begitu indah
Tapi mengapa aku merasakan kebalikannya?
Kata orang cinta itu ping
Kata orang cinta itu hijau
Kata orang cinta itu biru
Tapi mengapa cinta yang kulihat hanya hitam

Hitam pekat, gelap gulita, tak mempesona

Puisi _ Hanya Sehari Saja



Puisi ini khusus saya persembahkan untuk om dan tante saya yang pada heri sabtu 16 agustus 2014 pukul 19.00 dan 21.00, telah di tinggalkan oleh buah  hatinya yang merasakan hidup di dunia hanya sehari saja. Semoga anak-anaknya (Raka dan Riki) bisa menjadi tabungan dan menjemput kedua orang tuanya kelak di yaumulzaza walhisab. Aamiin Ya ALLOH Ya Robbal Alamin.


http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2014/08/puisi-hanya-sehari-saja.html

Hanya Sehari Saja

Karya : Awan Mendunx


Baru sesaat kita bertemu
Dan hal ini tak pernah terfikir olehku
Rasa bahagia berdegup tanpa ragu
Menjalar, merasuk sampai otak ku
Hari demi hari ku hitung tanpa henti
Menunggu hadirmu terlahir kedunia ini
Hari yang kunanti mendekat dengan pasti
Kau pun terlahir menghadirkan bahagia di hati
Rasa lega tak bisa ku tutpi
Ingin rasanya berteriak, “AKU SUDAH PUNYA PUTRA LAGI”
Namun sayng seribu sayang
Sesuatu yang lama ku damba
Hanya datang sekejap mata
Kau dipanggil kembali oleh Sang Maha Kuasa
Setelah menitipkannya kepadaku hanya sehari saja

Puisi _ Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku

Karya : Awan Mendunx


Getaran cinta selalu terasa disaat kau ada
Mencengkram tulang hingga ku lemas tak berdaya
Mata hanya terfokus pada satu wajah
Wajah indah dengan pipi merahnya
Meski ribuan orang hilir mudik menghalanginya
Mata dan hatiku selalu fokus memperhatikannya
Gaya bicaranya...
Pipi merahnya...
Senyum manisnya...
Hingga kebaikan hatinya...
Tak luput ku perhatikan
Dalam hati ku berkata
Inilah wanita yang ku cari-cari
Sekian lama mengembara tanpa henti
Ternyata kau ada disini
Ya Alloh, apa ini jawaban dari do’aku?
Setelah hari itu, belum ada wanita yang menarik hati
Sedangkan dia bukan hanya menarik
Tapi sanggup menggetarkan dan menyejukan hati
Dan Hanya sekejap aku jatuh pada pesonanya
Apa dia punya rasa yang sama?
Maukah dia menerimaku apa adanya?
Apakah aku akan berjodoh dengannya?
Arrrgh, pertanyaan itu selalu menyakitkan
Membingungkan, bahkan menggalaukan
Ya Alloh, dia memenag bukan sang dewi, apalagi bidadari
Tapi dialah yang sanggup meluluhkan hati kerasku ini
Hati yang tak mudah jatuh cinta
Telah takluk oleh pesonanya
Disetiap sujudku
Aku hanya bisa berdo’a
Berdo’a agar aku berjodoh dengan dia

Puisi _ Mungkin



Mungkin

Karya : Awan Mendunx

Mungkin langit akan berubah mendung
Mungkin hujan sebentar lagi akan turun
Mungkin namaku akan luntur
Digantikan nama lain yang lebih makmur

Mungkin disini aku mulai terpuruk
Mungkin semuanya akan memburuk
Mungkin cintaku tak akan bertepuk
Karena cintamu abstrak tak berbentuk

Mungkin cintaku tak terbalas
Mungkin hatiku habis terkuras
Mungkin cintamu sudah terbalas
Oleh lelaki yang kau anggap pantas

            Mungkin aku akan pergi
            Mungkin semuanya takan pernah kembali
            Mungkin dalam hatiku takan ada lagi
            Cintaku yang selalu diimpi-impi

Atau mungkin aku akan tetap disini
Menunggu kepastian darimu lagi
Atau mungkin aku nekad berlari
Untuk merebut cintaku kembali

Semua keputusan ada ditanganmu aku hanya bisa duduk manis menunggu kepastian itu
close