Puisi _ Hari Ini Aku Pulang (anak rantau)

Kisah ini menceritakan seorang perantauan yang pulang ke kampung halaman untuk menemui keluarganya, namun dia merasa belum bisa membanggakan, belum bisa membahagaiakan hanya membawa kerinduan untuk keluarga tersayag.
http://awanmendunx1892.blogspot.com/2017/12/puisi-hari-ini-aku-pulang-anak-rantau.html

Hari Ini Aku Pulang

Karya : Awan Mendunx

Hari ini aku pulang
Meninggalkan perantauan
Menuju tanah kelahiran
Hanya ada satu harapan
Selamat sampai tujuan
Ibu, aku pulang
Maaf hanya membawa kerinduan
Ayah, aku pulang
Maaf belum bisa membanggakan
Adik, kakak pulang
maaf belum bisa membahagiakan
hari ini aku hamya bisa menitipkan semua harapan diatas awan
karena aku yakin suatu saat
aku akan kembali menyapa awan
lalu akan kuganti semua harapan
dengan kenyataan


25 Desember 2017

Puisi _ Azalia

Puisi ini terinspirasi dari lagu Ali Sastra dan Edcoustiq yang berjudul “Azalia”. Di mana isinya menggambarkan tentang seorang wanita yang berakhlak mulia dan didambakan oleh seorang lelaki, dari sekian banyaknya lelaki lain yang ingin memilikinya. Dia wanita yang selalu berada dalam penjagaan Illahi. Diibaratan seperti bunga Azalia. Selamat membaca… J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-azalia.html

Karya : Mia Helmiyani

“Azalia”
Mengenalmu terdasari kekaguman
Terjaga, tersembunyi dalam rahasia Allah
Setelah tibalah atas kehendak-Nya
Kau muncul di permukaan
Dan aku, riang menyambutmu

Bukan silap dirasa
Medanmu teruji, kau nikmati
Bernalar tasbih, menghiasi dalam taat
Sekian lama, semakin yakin
Agar kelak dapat memetik indah dirimu

Azalia yang kupinta jelas pada-Nya
Aku adalah kumbang peneropongmu
Yang senantiasa ada di tepian sana
Entah penantian kumbang mana yang kau pilih
Azaliaku, yang sedang kucinta dalam do’a

Puisi _ Bintangku, Bulanmu

Puisi ini bercerita tentang kerinduan dua hati yang saling terpisah jarak namun selalu dekat dalam do’a. Diibaratkan seperti Bulan dan Bintang di malam hari. Selamat membaca…  J

https://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-bintangku-bulanmu.html


Karya : Mia Helmiyani 

“Bintangku, Bulanmu”

Betapapun keadaan malam
Apapun wujud lukisan alam  
Tak akan keduanya tenggelam
Dalam kelabu yang dalam

Aku tahu petang takkan berlaku tamak
Karena kidung berani untuk sempurna
Dari kita sebagai do’a
Penikmat senja, pun kawan mentari

Bintangku bertanya…
Adakah lelah yang kau rasakan?
Pada setiap detik penantian yang tiada henti ?
Adakah kesempatan untuk lebih dekat ?

Bulanmu menjawab…
Tak ada kata lelah untuk terus bercahaya karena titah Tuhan
Maka takkan jemu aku menanti
Dan mendekatlah pun dengan cara Tuhan
Wahai Bintangku…

PUISI _ Memikul gelar Maha

Puisi ini bercerita tentang seorang Mahasiswa yang sedang merindui masa-masa SMA-nya. Yang sadar bahwa pada akhirnya dirinya akan kembali mengabdi mengharumkan nama sekolahnya itu. Meskipun sudah tidak lagi menyandang gelar  “siswa”, tetapi memikul amanah yang lebih tinggi yaitu gelar “Mahasiswa”. Selamat membaca… J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-memikul-gelar-maha.html


“Memikul gelar Maha”

Karya : Mia Helmiyani

Tak bersosok jika kau diamkan level ini
Tak berwujud tanpa pengabdian hakiki
Tak bersuara tanpa mimpi yang dihayati

Kau Perantau Ragawi…
Adalah perantara cita dan harapan
Di setiap sudut mahligai ini
Sungguh, namamu terpanggil dalam lembaran kerinduannya

Kala terpetik jiwamu di ranah yang berbeda
Dengan kehidupan yang tiada tara
Olehnya, kau mampu menerjemah bermacam warna
Menapaki jalan tanpa lupa akan dasarnya

Kembalilah, pulanglah…
Padanya, yang membuatmu terdidik
Bahwa di manapun kau berada sekarang
Ada tempat yang sempat kau jelajahi
Yang patut kau singgahi

Sebagai pengguna syari’at dan seorang syuhada
Kesakitan baginya, pabila terhapus dan terhanyut tak berbekas
Dalam jejak perjuanganmu
Yang belum sempat kau simpan
Sebagai duplikat baru
Maka, kembalilah…

Puisi _ “Kesalahanku” (versi terbaru)

Puisi ini adalah hasil revisi dari puisi saya yang berjudul “Kesalahanku”. Dengan judul yang sama, puisi ini bercerita tentang seseorang  yang menyesali perbuatan buruknya  hingga sangat terpuruk. Tetapi dia sangat ingin berusaha untuk bertaubat, memperbaiki kesalahannya, dan tidak ingin untuk mengulanginya lagi. Selamat membaca…  J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-kesalahanku-versi-terbaru.html


“Kesalahanku”

Karya : Mia Helmiyani

Berat dan tertahan kaki ini melangkah
Karena semua hanyalah tingkah
Jiwa merendah, raga melemah
Tak guna sudah

Di hadapan-Mu…
Sungguh malu kuumbar banyak dosa
Sunyi sepi dalam perhatian-Mu
Hilang jejak dalam memenuhi syarat-Mu

Tubuhku telah ambruk…
Terkurung iri dengki, tertutup jubah amarah
Hati yang tidak khusyu..
Pikiran yang tidak tenang…
Dan nafsu yang tidak pernah kenyang…

Wahai Penentu Waktu…
Hadirkanlah, lapangkanlah jalan perubahan ini
Dengan wujud kasih-Mu
Sucikan kembali semua kesalahanku
close