Puisi _ Dulu dan Sekarang Part 1 (Sajak Berdebu)

ini adalah kisah cintaku yang begitu sederhana namun selalu membuatku bahagia, berjalan begitu saja tanpa terduga apa yang akan terjadi selanjutnya yang kita pikirkan hanya canda dan tawa berjalan beriringan tanpa harus memikirkan apa yang mereka kata, karena bahagiamu bahagiaku juga. Dihalte itu semuanya bermula.


Dulu

Karya: Awan Mendunx

Dulu kita jalan saling bergandengan
Menyusuri jalanan yang disirami kerinduan
Menerjang hujan sambil berlarian
Sesekali berteduh untuk melepas kelelahan
Dihalte itu kita bercengkrama
Penuh gembira
Para penghuni bumipun seakan iri melihatnya
Dua insan yang sedang dimabuk asmara
Membuat para orang tua bernostalgia
mengingat kembali masa lalu yang membuat bahagia
Membuat para pujangga berimajinasi
Ingin mempunyai pacar seperti dia
Mereka semua adalah saksi perjalanan cinta kita
Ternyata untuk bahagia kita tak perlu Ninja
Ternyata untuk bahagia kita tak perlu Agya
Kita hanya perlu saling percaya
Saling mendukung dan berjalan bersama


Dibuat di Manokwari Rabu 16 Januari 2019 Pukul 19.00 WIT

Puisi - Jadilah Pacarku Sekali Lagi

Puisi ini aku persembahkan untuk kamu yang telah mengisi hariku, yang mau ku ajak jalan dengan motor bututku selalu menerima dengan apa adanya diriku, namun sayang hubungan kita harus usai jadi izinkan aku meminta satu permohonan "jadilah pacarku sekali lagi dan izinkan aku berpamitan dengan orang tuamu untuk terakhir kalinya.



Jadilah Pacarku Sekali Lagi

Karya : Awan Mendunx


Dinda Izinkan aku meminta satu permohonan
Permohonan yang mungkin sangat menyakitkan
Tentang kisah kita yang begitu indah untuk dikenang
Namun begitu menyakitkan untuk dilupakan
Pertemuan kita yang agak menggelikan
Yang selalu membuatku tersenyum dalam kesendirian
Namun benar kata orang
Jika kita siap untuk bertemu
Kita juga harus siap untuk berpisah
Terima kasih sudah mau menerima segala kekuranganku
Terima kasih sudah mau ku ajak jalan dengan motor bututku
Dinda aku datang kedalam hidupmu secara baik- baik
Aku berkenalan dengan keluargamupun secara baik- baik
Jadi aku mohon kabulkanlah permohonanku ini
Jadilah pacarku sekali lagi
Untuk hari ini saja
Dan berpamitan kepada orang tuamu untuk terakhir kalinya

Dibuat di Manokwari Jum'at 4 Januari 2019
10:00 WIT

Puisi_Ada Apa Dengan Indonesiaku?

Puisi ini bercerita tentang Indonesia yang belakangan ini sedang dilanda bencana yang silih berganti terjadi dari satu daerah ke daerah lainnya, sehingga membuat kita yang ingin bermain serasa was-was, takut jika tiba- tiba bencana melanda namun bukan hanya bencana tapi kami pun takut akan kejahatan yang terus merajalela. Semoga Indonesia Kita kembali ramah seperti dulu.

https://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/11/puisiada-apa-dengan-indonesiaku.html


Ada Apa Dengan Indonesiaku?

Karya : Awan Mendunx

Indonesiaku
aku rindu bermain bersamamu
bermain bersama hingga petang menjemputku
saling bercerita tantang masa depan dan masa lalu
meski selalu kau tak pernah menjawab pertanyaanku
meski selalu aku yang bercerita untukmu
dan kau tak pernah bosan untuk itu

Indonesiaku
dulu aku bermain dengan rasa aman
sekarang aku bermain dengan rasa tak nyaman
takut tiba-tiba bencana melanda
takut akan kejahatan yang merajalela

Indonesiaku
kamu tak semenyenangkan dulu
selalu berbagi keluh kesah denganmu
adalah salah satu kenangan terindahku
namun sekarang kau berubah
jangan- jangan aku yang berubah
atau mungkin para penghunimu yang berubah?
kau jadi tak seramah dulu
sekarang kau mudah melampiaskan amarahmu
semarah apa kau kepadaku?
semarah apakah kau pada penghunimu?

kau buat mereka terluka
kau buat meraka berduka
karena di tinggal oleh meraka yang dicinta

penghunimu berteriak ini semua salahmu
jika tak ada kamu semuanya tak akan jadi kelabu
namun mereka tak berfikir jika tak ada kamu
pasti tidak akan ada mereka

apa penghunimu terlalu banyak
hingga kau menyingkirkan mereka secara sepihak?
ataukah dosa kami yang terlalu berat
hingga kau tak kuat memegang kami dengan erat

Puisi_Tanah Papua

Tanah Papua

Karya : Awan Mendunx
https://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/11/puisitanah-papua.html




Suatu saat aku pasti akan merindukan tanah ini
Tanah yang terkadang dipandang sebelah mata
oleh tanah- tanah lainnya walaupun mereka satu bangsa
tanah yang terkadang terlupakan bahkan ditertawakan
yang selalu dimanfaatkan oleh pemburu kekayaan

pendatang jadi raja anak negeri jadi pekerja
tanah ini sedang dijajah
para petinggi negeri menutup matanya sebelah
tanah ini sedang di jajah
oleh mereka yang mengaku turis
padahal niat mereka mengiris
tanah ini sedang dijajah
ternyata bukan hanya turis
penduduknyapun ikut- ikutan mengiris sambil pura- pura menangis
mengharapkan belaskasih dari mereka yang seharusnya dikasihani

dan saat ini waktunya aku pulang
semoga kelak jika aku kembali kesini
kau sudah menjadi tanah yang besar
bersatu dengan tanah- tanah lainnya
untuk menjadikan INDONESIA lebih menggelegar
dengan prestasi baik tentunya

Jum'at 9 November 09.45 WIT


Puisi _ Untukmu Yang Telah Pergi, Aku Masih Disini


Melupakan seseorang yang telah memberi kita luka kadang lebih sulit dari pada melupakan orang yang memberi kita bahagia karena luka yang kita rasakan adalah salah satu tanda bahwa kita terlalu besar mencintainya hingga membuat kita tak sadar kalau dia sudah tak menginginkan cinta kita lagi. Puisi ini aku tulis untuk kamu yang telah bemberi luka paling dalam paling perih yang pernah aku rasakan, aku marah, aku putus asa, aku benci namun entah kenapa semakin aku luka semakin susah untuk lupa. Hingga saat ini rasaku masih sama, marah, putus asa, benci dan cinta kepadamu masih bergejolak dihatiku.

http://awanmendunx1892.blogspot.com/2018/07/puisi-untukmu-yang-telah-pergi-aku.html
Foto Oleh pixabay

Untukmu Yang Telah Pergi, Aku Masih Disini

Karya : Awan Mendunx

Apa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melupkanmua?
Setelah bertahun- tahun kau meninggalkanku
Aku masih disini, masih dengan perasaan ini
Yang masih bertuju padamu
Sambil berharap kau akan kembali
Namun nyatanya itu takpernah terjadi
Setiap kali rindu aku stalking sosmedmu
Meski perih dan kau tak akan mungkin kembali kuraih
Aku masih disini enikmati luka yang kau beri
Sesekali aku berpikir jika kau benar- benar pergi dari sini
Apa aku bisa melupakanmu?
Apa aku bisa bahagia tanpamu?
Sedangkan seluruh hidupku telah kukorbankan untukmu
Aku terlalu takut untuk pergi karena luka yang kau beri
Membuatku takut mengalaminya kembali
Aku terlalu takut untuk pergi karena kenangan indah yang kau beri
Membuatku takut tak engalaminya lagi
Dan akhirnya aku hanya duduk disini
tanpa cintamu lagi
Dan akhirnya aku hanya duduk disini
berharap seseorang menemukanku dan menyembuhkan luka yang kau beri

Garut, 17 Juli 2018

close