PUISI _ Kembali, Deskripsi Tentangnya

Puisi ini menceritakan tentang seorang perempuan yang menggambarkan lelaki yang dicintainya. Ini adalah puisi kedua dari sebelumnya telah kubuat yang semisal berjudul “Deskrpsi Tentangnya”. Tak banyak, insan yang saling mencinta dalam diam. Tak banyak, insan yang kuat akan penantian. Baginya, sendiri menjaga iman lebih baik dari pada berdua namun penuh dengan ketidak baikkan.. Selamat membaca J

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/11/puisi-kembali-deskripsi-tentangnya.html

“Kembali, Deskripsi Tentangnya”

Karya : Mia Helmiyani


Isyarat hati yang coba mengulang
Masa insan sang pengembara
Hati mengadu mengindera logika
Turun kali pertama bagai cahaya

Bersuaralah pada keringnya dedaunan
Yang berpesan pada sang ranting
Kokoh dalam penantian
Kala badai, ikhlas terbanting

Terbagi kehilangan, terbagi kesendirian
Tak mampu menafsir keramaian
Inilah Kanda yang namanya selalu riuh dalam do’a Adinda
Yang kurangkai tentangnya dengan pena

Semisal wujud yang menjadikannya bayang-bayang
Semisal nyata yang kini semu
Bilakah tertumpuk derita
Beri aku ruang untuk menjamu setiap harapan yang ada

Puisi_Bukan Aku, Cinta dan Kamu

Sebuah kisah sepasang manusia yang saling cinta namun tidak ditakdirkan bersama.
Puisi ini dibuat kolaborasi antara Awan Mendunx dengan Rini Chan Ciptowiharjo. selamat menikmatai. Dan jangan lupa like, share, dan komentarnya ditunggu, follow juga IG @sajakberdebu dan fanspag Sajak Berdebu.

Bukan Aku, Cinta dan Kamu
Karya : Awan Mendunx dan Rini Chan Ciptowiharjo

https://awanmendunx1892.blogspot.co.id

Dulu kita Adalah malam dan bintang,
bersanding tak peduli senyap pada tawa kita
Kita adalah langit dan rembulan
Tak peduli sendu berselimut temaram
Seperti mendung yang selalu membersamai hujan
Meski tak selamanya mendung itu hujan
Tak selamanya pula hujan itu mendung
Hingga waktu itu tiba Yang kutakutkan Memunggungi,
Saling menjauh
Atau berhadapan lalu berlalu
Kita saling cinta
Namun cita tak pernah menyatukan kita
Bagai ombak dan karang selalu bertemu namun takperna bersatu
Kamu, cinta dan jodohmu
Aku, cinta dan jodohku
Nyatanya bukan aku cinta dan kamu

Puisi_Nostalgia

Semua pasti punya kenangan ( masa lalu ). Enggan kita jika melihat pahitnya masa lalu, tapi merindukan dengan bagian yang manisnya, dan serasa ingin mengulanginya. Tapi tahukah ? Adakalanya dengan kenangan pahit justru malah membuat kita lebih baik karena dapat mengambil pelajaran/hikmahnya. Dan adakalanya kenangan manis bisa membuat kita semakin buruk karena sangat mungkin gagal untuk move on, akhirnya kita terpuruk dan merasa hidup ini tidak adil. Hukum ini mungkin berlaku dalam “Cinta”... Puisi ini menceritakan tentang seseorang yang tidak ingin terpuruk pada masa lalu cintanya yang belum istiqomah...

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisinostalgia.html


“Nostalgia”
                                                                                                            Karya : Mia Helmiyani

Nyatanya masih dirimu yang mendomisili
Akuilah sang indra...
Tidakkah dapat kurasakan ketenangan dan kedamaian
Dia yang ingin aku beri keapatisan

Sekejap aku senang, keberadaan hatiku diakui dan dilindungi
Cintanya yang statis menguatkanku
Sekejap aku benci, saat komiten remuk, rapuhlah tiang penyangga
Hingga esok dan seterusnya enggan berkompromi

Sang indra...
Maknai semua ini dengan hati suci
Dirimu yang perasa, masih tangguh untuk kuasa
Masih terizin oleh perubahan, terbukalah kesempatan

Sungguh...
Kejelekan atas dasar kehkhilafan
Terobati dengan pertaubatan, mendekati-Nya yang mengulurkan kesayangan
Masa lalu, yang telah menyumbang edukasi



*Coretan_Kata_Impian

Puisi_Laki-Laki Sunset

Laki- laki sunset Adalah laki- laki yg kagum nan takjub Pada perempuan yang selalu istiqomah Pada tapak tilas kehidupan, Namun ia menimbang dirinya untuk mengumpulkan ke beranian. Untuk memperjuangkan atau berhenti yang berarti mengikhlaskan.

Laki-Laki Sunset
Karya: Rini Chan Ciptowiharjo

http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisilaki-laki-sunset.html

Sunset tenggelam di parasmu
Layaknya misykat
Selendang mayang berpedar dimatamu
Layaknya bara
Anggunmu Adalah diam yang tak bisa kupahami
Antara angin menelisik senyap
Dan aku terlalu rapuh untuk mendekat
Pedar yang menjingga di ruang yang kau sebut jiwa
Bias- bisa swarnadipa
Menyelimutimu dalam takjub
Dan aku terlalu penakut untuk larut
Membaur Pada senyap yang kau sebut siap

Puisi_Orang Asing Bagimu

Berawal dari kesadaran tentang aneh dan jarangnya pengekspresian sebuah cinta. Dimana seorang laki-laki dan seorang perempuan yang memang saling memendam perasaan, jarang berkomunikasi bahkan bertemu. Sesekalinya bertemu mungkin hanya berpapasan saja tanpa menyapa ataupun tersenyum. Tidak layaknya mereka yang sering kita lihat, ketika bertemu dengan orang yang dicintainya mendadak salah tingkah, berbunga-bunga, melayang, dan lain sebgainya. Justru mereka layaknya orang asing. Yaa.. puisi ini menceritakan tentang dinginnya mereka berdua yang saling mencintai ketika dipertemukan di suatu tempat yang tak disangka-sangka. Mungkin tak pandai mengekspresikan cinta mereka dalam sebuah pertemuan yang belum halal, tapi mungkin impian untuk bersatu sangat riuh mereka panjatkan dalam do’a...


http://awanmendunx1892.blogspot.co.id/2017/10/puisiorang-asing-bagimu.html


“Orang Asing Bagimu”
                                                                                                            Karya : Mia Helmiyani

Kau dan aku...
Merajut kisah yang tak pernah usai
Membenci pertemuan, pemendam kerinduan
Berperang dengan tetes-tetes cinta yang kian membaru

Kau dan aku...
Penikmat kesendirian dan setangkai harapan
Di lingkaran cinta serta impian
Kendati lisan yang tak mungkin bersahutan, do’a lah yang berlarian

Jiwa...
Katakanlah jika dan hanya jika
Bahwa dengan hanya hadir di hadapannya
Tanpa ucap kata, tanpa sapa, tanpa rupa senada

Menghanyutkan rasa yang kian berbunga
Indah mentari serasa gelap gulita
Akal bertanya “siapa” dan “mengapa”
Orang asing untuk yang kedua kalinya


*Coretan_Kata_Impian
close